Ini 6 Strategi Antisipasi Gelombang Ke-3 COVID-19 di Akhir Tahun

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 16:34 WIB
Menkominfo Johnny G Plate umumkan penetapan seleksi penyelenggara multikpleksing.
Foto: Dok. Kominfo
Jakarta -

Pemerintah perkuat strategi antisipasi kemungkinan munculnya gelombang ke-3 COVID-19 pada akhir tahun. Hal ini sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat yang cenderung meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru. Sejumlah strategi pun dijalankan agar tren penurunan kasus yang saat ini berlangsung tetap terjaga.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan pemerintah menjalankan enam strategi utama untuk mengantisipasi gelombang ke-3 COVID-19 yang diperkirakan terjadi pada akhir tahun 2021.

"Keberhasilan kita saat ini dalam menurunkan kasus COVID-19 tak boleh putus," ungkap Johnny dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/10/2021).

Belajar dari pengalaman tahun lalu, mobilitas masyarakat cenderung meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru, sehingga menyebabkan angka kasus dan angka kematian COVID-19 melonjak tajam. Kali ini, pemerintah lebih siap mengantisipasinya dengan sinergi sejumlah langkah sebagai berikut.

Pertama, adalah memastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat. "Kami ingatkan sekali lagi, penurunan level PPKM bukan berarti masyarakat bisa bereuforia. Kita harus tetap waspada menerapkan protokol kesehatan dan membatasi mobilitas," tegasnya.

Kedua, pemerintah terus berupaya meningkatkan laju vaksinasi lansia, terutama di wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Tujuannya untuk menekan angka kematian dan perawatan rumah sakit apabila terjadi gelombang berikutnya, karena seperti diketahui, vaksinasi terbukti efektif untuk menurunkan risiko kesehatan saat terinfeksi virus COVID-19.

Ketiga, masih terkait vaksinasi, pemerintah juga mendorong percepatan vaksinasi anak, agar saat libur Natal dan Tahun Baru imunitas anak sudah terbentuk.

Keempat, seiring dibukanya penerbangan internasional, pemerintah akan menertibkan mobilitas pelaku perjalanan internasional dengan aturan prokes ketat, terutama ke Bali. Hal ini menyusul dibukanya Bandara Ngurah Rai pada 14 Oktober 2021.

Kelima, memperkuat peran pemerintah daerah dalam mengawasi kegiatan dan mengedukasi warga di daerah tentang rincian protokol kesehatan yang harus dijalankan. Keenam, terus mengkampanyekan protokol kesehatan guna meningkatkan kedisiplinan
masyarakat.

Pemerintah mengimbau panitia penyelenggara Natal untuk mematuhi SE Menag No. 29 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan. Tujuannya, menekan risiko penularan COVID-19, sekaligus memberi rasa aman pada masyarakat yang merayakan Natal.

"Butuh kerja sama yang baik dari seluruh pihak agar Indonesia berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 dan memulihkan perekonomian nasional. Disiplin 3M, 3T, vaksinasi, dan implementasi teknologi informasi seperti PedulilLindungi, menjadi kuncinya," tutupnya.

(fhs/ega)