OTT Bupati Musi Banyuasin, Firli: KPK Tak Pandang Bulu Berantas Korupsi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 14:58 WIB
Proses pelantikan 1.271 pegawai KPK jadi ASN curi perhatian publik. Ketua KPK Firli Bahuri pun angkat suara terkait proses pelantikan para pegawai KPK tersebut.
Ketua KPK Firli Bahuri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin beserta sejumlah pejabat Pemkab Musi Banyuasin. KPK menyatakan tak pandang bulu dalam memberantas korupsi.

"KPK berkomitmen melakukan pemberantasan korupsi dan tidak pernah lelah untuk memberantas korupsi sampai Indonesia bersih dari praktik-praktik korupsi. Siapa pun pelakunya, kami tidak pandang bulu jika cukup bukti, karena itu prinsip kerja KPK," kata Ketua KPK Firli Bahuri kepada wartawan, Sabtu (16/10/2021).

Dia berterima kasih atas dukungan pemberantasan korupsi dari masyarakat. Dia mengatakan KPK akan menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan.

Firli mengatakan KPK berkomitmen terus bekerja memberantas korupsi. Terkait OTT yang dilakukan, Firli mengatakan penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti.

"Tolong berikan waktu untuk kami bekerja. Nanti pada saatnya KPK pasti memberikan penjelasan secara utuh setelah pengumpulan keterangan dan barang bukti sudah selesai karena kita bekerja berdasarkan bukti-bukti dan dengan bukti-bukti tersebutlah membuat terangnya suatu peristiwa pidana korupsi dan menemukan tersangka," ucapnya.

Dia mengatakan KPK akan menyampaikan perkembangan penyidikan. Dia mengatakan KPK bekerja dengan berpedoman pada asas-asas pelaksanaan tugas KPK yakni menjunjung tinggi kepastian hukum, keadilan, kepentingan umum, transparan, akuntabel, proporsionalitas, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

"KPK akan menyampaikan ke publik terkait perkembangan penyidikan, termasuk menyampaikan seseorang sebagai tersangka berdasarkan bukti yang cukup dan KPK memegang prinsip the sun rise and the sun set principle, seketika seseorang menjadi tersangka, maka harus segera diajukan ke persidangan peradilan," ungkapnya.

Dia mengatakan seseorang ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti yang cukup. Penyidik, lanjutnya, masih bekerja mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk menemukan tersangka korupsi.

"Untuk dipahami bahwa sebagaimana yang dimaksud dalam undang-undang, tersangka adalah seseorang yang karena perbuatannya dan/atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan yang cukup patut diduga sebagai pelaku tindak pidana," katanya.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan video 'KPK OTT Pejabat di Musi Banyuasin Sumatera Selatan':

[Gambas:Video 20detik]