Pekan Literasi Digital di Mandalika Hadirkan Pelatihan UMKM-Fotografi

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 10:07 WIB
Pekan Literasi Digital
Foto: Kominfo
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menggelar kegiatan Pekan Literasi Digital di Mandalika, Lombok Tengah. Adapun kegiatan ini merupakan upaya penyiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi percepatan transformasi digital, khususnya di Mandalika.

"Mandalika merupakan salah satu tempat yang sangat berpotensi untuk ditingkatkan kemampuan literasi digital masyarakatnya karena daerah ini termasuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata," ujar Tenaga Ahli Menteri Kemkominfo Donny Budi Utoyo dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/10/2021).

Dalam pelaksanaannya, Pekan Literasi Digital terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama bertajuk 'Ngobrolin Literasi Digital' bertujuan untuk mengenalkan dan mensosialisasikan dasar-dasar dan isu-isu terkait literasi digital kepada masyarakat Mandalika. Sesi ini dipandu oleh Sinta Sukmadewi dan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Donny, CEO Provetic Iwan Setyawan, dan JaWAra Internet Sehat NTB, Nurliya N.R.

Di sesi ini, masing-masih narasumber menyampaikan materi terkait empat pilar literasi digital, kiat-kiat keamanan digital, hingga cara memilah informasi yang benar. Selain itu, ada pula pembahasan terkait pemanfaatan teknologi dan skill digital di era revolusi industri 4.0.

"Sekarang adalah saat yang penting bagi masyarakat NTB, untuk mentransformasikan bisnisnya menjadi online, mumpung bandara Internasional belum buka. Karena ketika sudah dibuka, wisatawan akan melakukan survey info wisata melalui internet dan momen ini bisa menjadi peluang yang besar. Pembangunan infrastruktur internet di Indonesia sudah ada, terutama di Mandalika. Namun di balik potensi dan peluang yang hadir, ada juga tantangan yang menghantui seperti hoax, pelanggaran data pribadi, child abuse, dan lainnya. Sehingga peran literasi digital amatlah penting untuk mengantisipasi hal tersebut " papar Donny.

Sesi kedua acara ini mengangkat tema 'Gali Ilmu UMKM: Hujan Cuan di Era Digital' dan menghadirkan dua narasumber, yaitu Regional Operations Gojek, Raden Bagus Faizal Irany Sidharta dan CEO NTB Mall, H. Ricky Hartono Putra. Sesi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Mandalika mengenai dasar-dasar dan teknik berjualan online bagi pelaku UMKM.

Di sesi ini, kedua narasumber memberikan materi seputar pemanfaatan teknologi bagi UMKM hingga strategi dasar berjualan online untuk mempertahankan usaha dan peningkatan penjualan.

"Ada yang belum memanfaatkan internet? Kalau udah, seharusnya semua udah cuan. Keberadaan internet melahirkan berjualan online contohnya dengan melalui Shopee. Riset produk merupakan kunci utama untuk menentukan pasar dan juga produk yang akan dijual. Kemudian melakukan riset persaingan untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan dari pesaing. Dengan riset, kita dapat melihat apakah produk yang kita jual dapat bersaing atau tidak dengan menentukan harga produk yang tepat. Kemudian membangun database konsumen dan memilih media marketing yang tepat agar penjualan efektif," jelas Ricky.

Di hari kedua (13/10) Pekan Literasi Digital menghadirkan dua kelas pelatihan, yaitu kelas 'Gali Ilmu Public Speaking' dan 'Gali Ilmu Fotografi'. Adapun kelas 'Gali Ilmu Public Speaking; bertujuan untuk menanamkan rasa percaya diri dan meningkatkan kemampuan public speaking masyarakat Mandalika demi menunjang kegiatan pariwisata sebagai tour guide. Dipandu oleh Sinta Sukmadewi, kelas ini menghadirkan dua presenter ternama sebagai narasumber, yaitu Indra Herlambang dan Nadia Mulya.

Dalam kesempatan tersebut, Indra menjelaskan soal pentingya public speaking. Ia menyebut skill ini menjadi salah satu yang terpenting di dunia kerja.

Pekan Literasi DigitalPekan Literasi Digital Foto: Kominfo

"Kenapa sih penting banget untuk punya kemampuan public speaking? Kita dari bangun sampai tidur banyak berjumpa dengan orang dan kita pasti berkomunikasi. Skill utama yang di butuhkan di dunia kerja adalah kemampuan public speaking. Mau pekerjaan apapun public speaking amat diperlukan," terang Indra.

Sementara itu, Nadia membahas soal kendala yang kerap terjadi saat melakukan public speaking dan cara mengatasinya. Menurutnya, rasa grogi yang muncul menjadi hal normal dan bermanfaat bagi diri sendiri.

"Salah satu hal yang sering dialami oleh public speaker adalah grogi dan itu adalah hal yang sangat wajar, karena artinya kita sangat mencintai apa yang hendak kita sampaikan sehingga kita gak mau salah dalam menyampaikan hal tersebut. Grogi juga menunjukkan bahwa kita masih manusia dan grogi juga memiliki manfaat bagi diri kita. Grogi bisa diatasi dengan mengenal diri sendiri, apa yang dapat menenangkan kita dan membuat kita menjadi lebih tenang," katanya.

Simak juga 'Sirkuit Mandalika Kini Punya Nama Baru':

[Gambas:Video 20detik]