Ketua Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Larang Edar Komik Superman Biseksual

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 07:23 WIB
Komik Superman: Son of Kal-El
Komik Superman baru (Foto: DC Comics/ Istimewa)
Jakarta -

Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto meminta pemerintah membuat surat perintah agar komik Superman Biseksual dilarang beredar di Indonesia. Dia menegaskan bahwa komik yang akan rilis itu berdampak negatif bagi anak.

"Usul saya pemerintah menerbitkan surat larangan edar dan memblokir situs-situs yang berhubungan dengan komik itu. Ya pasti berdampak negatif makanya harus dilarang," kata Yandri kepada wartawan, Jumat (15/10/2021).

Wakil Ketua Umum PAN itu mengatakan pemerintah harus serius mengantisipasi masuknya komik Superman Biseksual itu ke Indonesia. Sebab, menurutnya, komik itu bisa merusak moral anak-anak.

"Pemerintah harus mengantisipasi dengan serius karena komik ini bisa merusak moral bangsa terutama anak-anak," tutur dia.

Lebih lanjut, Yandri mengatakan komik Superman Biseksual ini tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dia menambahkan bahwa komik itu juga tak sesuai dengan adat dan budaya Indonesia.

"Ya harus dilarang tidak sesuai dengan Pancasila khususnya sila pertama dan adat budaya yang ada di Indonesia," jelasnya.

Golkar Minta Superman Biseksual Dilarang untuk Anak

Wakil Ketua Komisi VIII, Ace Hasan Syadzily meminta komik Superman Biseksual dilarang untuk anak-anak. Ace menyebut komik itu bisa mempengaruhi perilaku seksual anak.

"Sebaiknya harus dikaji untuk dilakukan pembatasan penyebaran komik Superman yang mengandung unsur biseksual itu. Harus ada pelarangan bagi anak-anak atau seseorang yang di bawah umur," kata Ace saat dihubungi terpisah.

"Oleh karena itu, sebaiknya Pemerintah harus hati-hati sekali untuk memastikan agar komik ini jangan menjadi konsumsi bacaan anak-anak yang belum memiliki literasi yang cukup pendidikan seks," lanjutnya.