Arief Zainurrohman Bikin Hoax soal 'Si Kembar di Mobil Land Cruiser'

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 18:10 WIB
Jakarta -

Polisi menyatakan Arief Zainurrohman, direktur TV swasta lokal di Jawa Timur telah memproduksi hoax melalui akun YouTube pribadinya 'Aktual TV'. Ada 700-an konten bernuansa hoax dan SARA yang diproduksi oleh Arief dkk, termasuk soal Pangkostrad Letjen Dudung Andurrachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

"Apa konten-kontennya, di sini terdiri dari fitnah, kemudian adu domba antara TNI dan Polri, kemudian memprovokasi," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/10/2021).

Hengki kemudian memperlihatkan postingan hoax dan SARA yang diproduksi oleh Arief dkk melalui slide show. Salah satunya ada postingan foto Dudung dan Fadil yang dibubuhi kalimat 'B.I.A.D.A.B!!! OWWW TERNYARA SI KEMBAR INI YG DI DALAM MOBIL LAND CRUISE'.

'BERITA TERBARU HARI INI~DUDUNG ABDURAHMAN KENAK KARMA , TAK BISA MENGELAK LAGI BUKTI DI DEPAN MATA' demikian judul postingan lainnya.

Kemudian, ada juga postingan terkait Purnawirawan TNI Gatot Nurmantyo. Video itu diberi tulisan 'PURN.TNI TURUN GUNUNG. KERAHKAN PRAJURIT KEPUNG KEPUNG MABES POLRI'.


Arief Sebar Hoax di Aktual TV

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan Arief ditangkap terkait postingan hoax dan SARA di channel akun YouTube pribadinya, yakni 'Aktual TV'.

"Dia adalah direktur, tapi bedakan konteks pidana di sini beda dengan konteks medianya dia. Karena yang dia sampaikan konteks yang dia sampaikan berita bohong ini bukan melalui PT perusahaan televisi, tapi ada konten yang dia buat di salah satu YouTube," katanya.

Yusri menambahkan, Arief memposting hoax dan SARA melalui YouTube 'Aktual TV' dan tidak terdaftar di Dewan Pers.

"Kontennya itu memang melalui kanal YouTube 'Aktual TV'. Aktual TV ini tidak terdaftar di Dewan Pers, nanti dijelaskan oleh pakarnya ada kita bawa sini pakar komunikasi," katanya.

Saat ini ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih akan mendalami pemeriksaan terhadap ketiganya itu.

(mea/fjp)