Lava Belum Muncul, Warga Merapi Kesulitan Tangkap Tanda Alam

Lava Belum Muncul, Warga Merapi Kesulitan Tangkap Tanda Alam

- detikNews
Senin, 17 Apr 2006 21:08 WIB
Magelang - Belum munculnya lava pijar maupun titik api diam di kawasan puncak Merapi mengakibatkan masyarakat kesulitan menangkap tanda-tanda alam. Sebab sebelumnya, saat meletus Merapi selalu didahului munculnya lava pijar."Kalau dulu sebelum meletus tampak ada lava pijar, sekarang belum terlihat sehingga banyak warga yang kebingungan," cetus Kepala Desa Ngargomulyo Kecamatan Dukun, Tumat Martoyo saat berdialog dengan Bupati Magelang, Singgih Sanyoto di Kecamatan Dukun, Senin (17/4/2006).Meski demikian, kata Martoyo, warga lereng barat Merapi masih melakukan aktivitas sehari-harinya seperti mencari rumput atau kayu dihutan, menambang pasir dan bertani di ladang. "Aparat desa juga banyak mengalami kesulitan meyakinkan masyarakat dengan kondisi Merapi, karena mereka juga percaya hal-hal yang bersifat mistis," ungkapnya.Menurut dia, hewan-hewan di hutan Merapi seperti harimau tutul, babi hutan, monyet dan kijang biasanya akan turun menjelang letusan. Namun hingga kini tanda-tanda itu belum terlihat turun. "Kami yakin hewan-hewan itu masih ada di atas, mungkin karena lava pijar belum terlihat dan suhu panasnya tidak terasa mereka belum turun. Kalau sudah terasa biasanya hewan turun," tutur Martoyo.Dia mengatakan warga Desa Ngargomulyo yang terdiri 11 dusun dengan penduduk 2.478 jiwa atau sekitar 700 kepala keluarga (KK) itu terletak lima kilometer dari puncak Merapi. Bila sudah muncul lava pijar dan meningkatnya guguran selalu terdengar dari kawasan desa itu. "Namun karena belum tampak, warga kami masih beraktivita sepert biasa," tandasnya. Sementara itu, Bupati Magelang, Singgih Sanyoto mengatakan pihaknya memahami akan keyakinan yang diyakini masyarakat sekitar Merapi terutama berkaitan dengan letusan. Aparat harus telaten dan sabar memberikan penjelasan tentang tanda-tanda ilmiah dari BPPTK."Itu memang perlu waktu dan tidak mudah mengubah persepsi tersebut. Perlu kearifan lokal dan masyarakat jangan sampai panik tetapi kita juga tidak boleh lengah," tegas Singgih.Turut hadir dalam pertemuan itu antara lain, Danrem 072 Pamungkas Kol Czi Langgeng Sulityono dan Kapolwil Kedu Kombes Pol Isdiyono serta sejumlah pejabat lainnya. (ton/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads