2 Siswa Terpapar COVID-19, PTM di SMA 1 Tabanan Bali Dihentikan Sementara

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 13:52 WIB
School students  using hand sanitizer after entering a classroom.
Foto: Ilustrasi sekolah tatap muka. (Getty Images/izusek)
Tabanan -

Pembelajaran tatap muka (PTM) di SMA Negeri 1 Tabanan, Bali dihentikan sementara dan pihak sekolah kembali melakukan pembelajaran secara daring atau jarak jauh. Sebabnya, 2 orang siswa yang tepapar COVID-19.

"Jadi untuk saat ini memang betul sekolah itu lagi ditutup untuk pelaksanaan PTM," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Nyoman Putra saat dihubungi detikcom, Jumat (15/10/2021).

Sekolah tersebut ditutup karena mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tata Muka (PTM) Terbatas di Masa Pandemi COVID-19. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa sekolah bersangkutan harus ditutup jika terdapat warga sekolah yang terpapar COVID-19.

Putra mengungkapkan, kedua anak di sekolah tersebut diketahui terpapar COVID-19 pada 4 Oktober 2021 dan menjalani isolasi terpusat di hotel mulai 6 Oktober 2021. Keduanya terpapar dari klaster keluarga, sebab orang tua mereka sudah lebih dahulu terjangkit COVID-19. Namun mereka sempat mengikuti PTM di sekolah.

"Karena kena tracing orang tua, dia (dua siswa tersebut) dilakukan swab, ternyata posistif. Yang jelas anak itu memang positif," terang Putra.

Dengan adanya dua orang siswa yang positif COVID-19 ini langsung ditindaklanjuti oleh pihak SMA Negeri 1 Tabanan. Kedua anak tersebut sudah dibawa ke tempat isolasi terpusat di sebuah hotel.

"Sehingga kalau isoter di hotel kayaknya tidak bergejala. Yang jelas dia di hotel dalam kondisi sehat misalnya kalau bergejala sakit (atau) deman kan isolasinya di rumah sakit," terang Putra.

Kemudian teman-teman sekelas dari dua siswa tersebut sekitar 15 orang, termasuk guru yang sempat mengajar sudah dilakukan swab PCR. Berdasarkan informasi yang diterima Putra dari Kepala SMA Negeri Tabanan, seluruh siswa dan guru tersebut negatif dari COVID-19.

Putra menjelaskan, SMA Negeri 1 Tabanan rencananya nanti akan dibuka kembali untuk PTM setelah dua orang anak yang isoter sudah kembali dalam kondisi negatif. Ia berharap tidak ada lagi siswa dan warga sekolah lainnya yang terpapar dari klaster non sekolah.

Putra menuturkan, pelaksanaan PTM di Kabupaten Tabanan dimulai pada 1 Oktober 2021 setelah mendapatkan izin dari Bupati Tabanan. Sistem pembelajaran mengikuti SKB empat menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tata Muka (PTM) Terbatas di Masa Pandemi COVID-19.

"Dengan SKB 4 menteri, kita tuangkan dalam juknis itu (maksimal diikuti siswa sebanyak) 50 persen. Idelanya 50 persen, tapi jadwal sekolahnya untuk SD itu, satu tingkat itu masing-masing tiga kali seminggu, untuk SMP dua kali seminggu," papar Putra.

Saat melakukan PTM, sekolah diminta menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan juknis yang sudah disiapkan. Siswa tidak mendapatkan istirahat, tidak ada kantin, tidak ada pelajaran olahraga secara fisik dan pembelajaran hanya berdurasi 90 menit. Setelah itu siswa langsung dipulangkan.

Dalam sistem pengawasannya, Putra mengaku sudah membentuk satuan sekolah yang terdiri dari para guru dan komite. Pihaknya di Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan juga membentuk tim monitoring dan evaluasi (monev) yang juga melakukan monev setiap hari.

"Kemudian dari tim yustisi juga terdiri dari gugus tugas itu melakukan monev juga ke sekolah-sekolah kita setiap hari. Kalau kita yang di Disdik monev cuma PAUD, SD dan SMP. Tapi kalau yang dilakukan oleh gugus tugas melaui tim yustisi gugus tugas itu dari PAUD sampai dengan SMA/SMK," ungkap Putra.

(nvl/nvl)