Tunjuk Perusahaan Spanyol
Menneg PAN Diadukan ke KPK
Senin, 17 Apr 2006 18:15 WIB
Jakarta - Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menneg PAN) Taufiq Effendi mendapat tudingan tidak sedap. Taufiq diduga korupsi karena menunjuk langsung sebuah perusahaan Spanyol terkait proyek pembuatan single identification number (SIN) senilai Rp 150 miliar.Dugaan itu dilaporkan anggota Komisi I DPR Ade Daud Nasution ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Veteran III, Jakarta, Senin (17/4/2006)."Saya sebagai anggota DPR melaporkan ini karena adanya penunjukan langsung kepada perusahaan Spanyol, Knowment Aie," kata Ade.Selain Taufiq, ikut dilaporkan ke KPK dalam kasus itu Kepala Badan Kepegawaian Negara Prapto Hadi. Menurut Ade, kontrak penunjukan langsung dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara dalam suratnya yang bernomor 73 A/KEP/2005.Total kontrak antara Menneg PAN dengan Knowment sejumlah 13.777.663 euro atau sekitar Rp 150 miliar. Kontrak perjanjian itu, kata Ade, belum dilaksanakan sepenuhnya oleh Kementerian PAN."Penunjukan langsung itu tidak relevan karena penunjukan langsung hanya bisa dilakukan kalau ada bencana alam. Ini kan tidak," ulas Ade.Ade mengaku, meskipun tidak sepenuhnya dikeluarkan melalui dana APBN, namun penunjukan langsung perusahaan itu sudah melanggar Kepres 80/2003. "Itu saya cek juga dengan pihak Spanyol dan di sana itu tidak diperbolehkan," tegas politisi PBR itu.Ditanya apakah tidak takut jika nantinya Taufiq balik melaporkannya dengan tuduhan pencemaran nama baik, Ade menjawab, itu adalah hak Taufiq sepenuhnya. Ia siap menghadapi Taufiq jika akan menempuh langkah hukum."Itu boleh-boleh saja. Itu kan haknya mau somasi atau apa. Yang penting saya cerita yang sebenarnya. Saya ini sayang SBY supaya kalau benar anti-koprupsi kita bersihkan. Jadi ini tidak ada unsur politis," demikian Ade.
(iy/)











































