Sleman Siapkan Jalur Pengungsian

Gunung Merapi Siaga

Sleman Siapkan Jalur Pengungsian

- detikNews
Senin, 17 Apr 2006 18:00 WIB
Yogyakarta - Gunung Merapi masih berstatus Siaga. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyiapkan jalur/rute pengungsian bila Merapi benar-benar jadi meletus.Jalur/rute pengungsian tersebut diutamakan di wilayah-wilayah yang paling dekat dengan Merapi. Dusun dan desa tersebut sebagian besar berada di Kecamatan Cangkringan, Pakem, Turi dan Tempel."Saat ini semuanya sudah kita siapkan dan diantisipasi bila Merapi benar-benar meletus, tapi kita tidak kapan itu," kata Kepala PenanggulanganBencana Alam (PBA), Ir Widi Sutikno, kepada wartawan seusai acara rapat koordinasi di Aula lantai 3, kantor Pemkab Sleman di Beran, Senin (17/4/2006).Rapat itu dipimpin langsung Bupati Sleman, Ibnu Subiyanto, dan dihadiri seluruh camat dan kepala desa Kecamatan Pakem, Tempel, Turi dan Cangkringan, Kepala Dinas Pol PP dan Tibmas, Dinas Kesehatan, Kimpraswilhub, Dinas P3BA serta Muspida (Polres dan Kodim), RSUD Sleman dan Balai Penyelidikan danPengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).Menurut Widi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan Sleman untuk penanganan pengungsi. Pihak Dinkes sudah menyiapkanobat-obatan dan tenaga paramedis. "24 Mobil ambulans dan bantuan tim media dari Brigade Siaga Bencana juga sudah siap di pos-pos masing-masing," katanya.Dinas Perhubungan juga telah menyiapkan kendaraan untuk mengangkut para pengungsi. Sedang prasarana jalan-jalan di dusun maupun desa-desa yang rawanbencana juga telah dicek sehingga memudahkan untuk mobilitas."Memang ada jalan-jalan dusun yang sedikit rusak seperti di Desa Purwobinangun, Desa Kemirikebo, Ngandong Desa Girikerto dan Kecamatan Cangkringan yang rusak, tapi itu masih dilewati," katanya.Dia mengatakan, untuk barak pengungsian juga telah disiapkan oleh muspika bersama dinas Pol PP dan Trantib Sleman. Barak-barak pengungsian di antaranya menggunakan balai desa, gedung-gedung sekolah maupun tempat ibadah. "Tenda darurat, dapur umum, sarana transportasi dan sebagainya sudah siap," tegas Widi.Menurut dia, dalam rapat itu juga dibahas sistem komunikasi antarwarga dan pemerintah setempat, yakni menggunakan pesawat handy talkie (HT) dan kentongan. Sedang cara evakuasi dari titik berkumpul warga menuju tempat pengungsian akan menggunakan mobil. "Beberapa mobil sudah stand by di kantor kelurahan masing-masing. Sedangkan mobil milik warga juga kami minta siap untuk digunakan," katanya.Sementara itu Bupati Sleman Ibnu Subiyanto menambahkan, meski peristiwa Merapi meletus adalah hal biasa sebagai reaksi alam, namun harus disikapi secara bijaksana agar tidak menimbulkan kecemasan di masyarakat. Efek letusan dan pengaruhnya kepada masyarakat harus diperhatikan dan ditanggulangi dengan cepat dan tepat. "Seluruh peralatan, logistik, bahan makanan dan obat-obatan, jalan evakuasi serta lokasi penampungan harus dicek lagi kesiapannya. Jangan sampai padasaatnya nanti justru kekurangan," katanya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads