Korban Bersyukur Polri Gerebek Pinjol-pinjol Pencekik Masyarakat

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 07:37 WIB
Dedi mengatakan anaknya terlilit pinjol hingga diancam diculik dan dibunuh
Foto: Dedi salah satu korban Pinjol (Khairul Ma'arif/detikcom)
Jakarta -

Tak lama setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan instruksi penindakan tegas terhadap pinjol yang meresahkan masyarakat, jajaran kepolisian menggerebek pinjol-pinjol itu. Salah satu korban, Dedi merasa bersyukur pinjol-pinjol pencekik masyarakat itu kini rontok.

"Saya justru seneng nih, biar terungkap semuanya lah. Biar abis dah lah, puyeng lah itu," kata Dedi, salah seorang korban pinjol ketika ditemui Kamis (15/9/2021).

Dedi ditemui di lokasi penggerebekan di kantor collector pinjol PT Indo Tekno Nusantara (ITN) di Rukan Crown Green Lake, Cipondoh, Tangerang. Dedi yang merupakan Warga Joglo, Jakarta Barat, ini mengaku anaknya tercekik pinjol hingga harus membayar Rp 100 juta.

Dedi mengatakan anaknya itu pertama kali meminjam dana dari sebuah pinjol sebesar Rp 2,9 juta di tahun 2019. Dedi mengaku resah karena collector pinjol mengancam akan membunuh dan menculik anaknya itu.

"Foto-foto anak saya dikirim ke relasi saya dengan caption kata-kata mengancam seperti mau diculik atau dibunuh dari 2019. Kata anak saya minjamnya sekitar Rp 2,5 juta," kata Dedi.

Selain itu, ancaman mau dibunuh dan diculik juga datang kepada anak Dedi melalui sosial media. Karena anaknya ketakutan, jadi ditransferlah uangnya melalui ATM milik Dedi.

Pengakuan Dedi selanjutnya..