Asa NasDem Syaikhona Kholil Jadi Pahlawan Nasional

Mochamad Zhacky - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 03:07 WIB
Taufik Basari
Taufik Basari (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Langkah Partai NasDem memperjuangkan Syekh Syaikhona Muhammad Kholil agar diberi gelar pahlawan nasional tidak pernah kendur. NasDem berharap usulan Syekh Syaikhona Kholil mendapat gelar pahlawan nasional disetujui Menko Polhukam Mahfud Md.

Salah satu bukti yang diperlihatkan NasDem adalah dengan menggelar seminar nasional dengan tema 'Syaikhona Kholil: Pejuang Kultural, Guru Para Pahlawan Nasional'. Seminar diselenggarakan oleh Fraksi Partai NasDem MPR RI di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Ketua Fraksi NasDem MPR, Taufik Basari mengakui tujuan dari seminar nasional ini untuk menajamkan pengusulan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil Bin Abdul Latif.

"Seminar ini menjadi bagian dari ikhtiar NasDem untuk mendukung upaya teman-teman dari Yayasan Syaikhona Kholil dan khusunya para ulama dan guru di Madura, untuk memperjuangkan Syekh Kholil sebagai pahlawan nasional. Karena Syekh Kholil adalah guru dari para pahlawan nasional," kata Tobas seperti dalam keterangannya.

Hadir sebagai narasumber, Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar; dan Ketua Tim Penyusul dari Yayasan Syiakhona Kholil, Muhaimin sebagai pembicara. Selain itu, hadir pula petinggi NasDem selain Basar, ada Syarif Abdullah Alkadrie, Willy Aditya, Effendy Choirie dan Sri Sajekti Sudjunadi.

Basari menambahkan, adalah tugas kita mengingatkan masyarakat bahwa kita mempunyai tokoh yang berjasa kepada bangsa.

"Untuk itu kita berharap rangkaian kegiatan ini bisa membuahkan hasil dan didengarkan oleh Dewan Gelar dan Presiden agar bisa menjadikan Syekh Kholil sebagai pahlawan nasional," pungkas pria yang akrab disapa Tobas ini.

Nasaruddin Umar juga menilai Syaikhona Kholil layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Sebab, tokoh asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, itu merupakan guru bagi sejumlah pahlawan yang ada di Indonesia.

"Syaikhona ini luar biasa. Layak untuk mendapatkan apresiasi dari negara mengingat jasa-jasanya. Dia menjadi guru dari para pendiri pondok pesantren besar di Indoneia. Bahkan dia juga pernah jadi guru sejumlah pahlawan," ungkap Nasaruddin.