IPW Puji Kepekaan Polri Pasca-viral Pembantingan, Minta Pelaku Diproses

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 22:09 WIB
Polisi bubarkan demo mahasiswa di Tangerang
Aksi polisi 'Smackdown' mahasiswa. (20Detik)
Jakarta -

Indonesia Police Watch (IPW) menilai Kapolda Banten Irjen Rudy Heryanto bersikap responsif atas aksi polisi 'Smackdown' pedemo di Tangerang, Banten. IPW menyinggung tagar soal polisi, yakni #PercumaLaporPolisi yang ramai di media sosial belakangan ini.

IPW menyebut tindakan Brigadir NF, pelaku 'Smackdown' mencoreng citra Polri jika dibiarkan.

"Di tengah sorotan masyarakat dengan tagar #percumalaporpolisi sebagai cermin ketidakpercayaan masyarakat pada Polri, tindakan responsif Kapolda Banten setidaknya mencerminkan kepekaan pimpinan Polri atas peristiwa yang bisa mencoreng nama baik Polri bila dibiarkan berlarut larut," kata Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10/2021).

Meski demikian, IPW mendesak Polri terus melakukan pemeriksaan internal terhadap Brigadir NF. IPW menegaskan perbuatan Brigadir NF melanggar prosedur tetap (protap) pengamanan aksi demonstrasi.

"Peristiwa yang mengakibatkan pendemo MFA pingsan karena dijatuhkan oleh Brigadir NF harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan internal terhadap Brigadir NF yang diduga melanggar protap pengamanan demo," tutur Sugeng.

Dia berharap kasus ini jadi pembelajaran untuk polisi lainnya, yakni polisi harus dapat mengukur perilakunya saat mengamankan demo.

"Pemeriksaan oleh Div Propam Mabes Polri dan Bid Propam Polda Banten supaya menjadi perhatian para aparat kepolisian di lapangan agar melakukan tindakan terukur pada saat munculnya demo yang rusuh," ucapnya.

Sebelumnya, kasus Brigadir NP membanting M Faris atau MFA (21), mahasiswa pendemo di depan Pemkab Tangerang, masih diusut kepolisian. Saat ini NP pun masih menjalani pemeriksaan di Propam Polda Banten.

"Terhadap oknum Brigadir NP diinformasikan mulai kemarin malam sampai dengan hari ini masih menjalani rangkaian pemeriksaan oleh Bidpropam Polda Banten," kata Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro dalam keterangannya, hari ini.

Sore tadi, Polri mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap Brigadir NF yang dinilai sama sekali tidak sesuai dengan standard operating procedure (SOP) pengamanan unjuk rasa.

"Sekarang yang didalami adalah pelanggaran prosedur. Melakukan tugas, tugas pengamanan tetapi tidak sesuai SOP. Karena tidak ada SOP seperti yang dilakukan yang bersangkutan," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di gedung Bareskrim Polri.

(aud/fjp)