Tak Terima BLT, Warga Segel Kantor Kepala Desa
Senin, 17 Apr 2006 16:43 WIB
Medan - Penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) kembali menuai kisruh. Di Sumatera Utara (Sumut) warga sebuah desa ramai-ramai menyegel kantor kepala desa. Mereka protes karena tidak terdaftar sebagai penerima dana kompensasi bahan bakar minyak tersebut. Warga yang marah adalah puluhan penduduk miskin Desa Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Sejak Senin pagi (17/4/2006), warga mendatangi kantor kepala desa. Mereka meminta kepala desa mempertanggungjawabkan kesalahan pendataan itu. Dalam aksinya, warga kemudian menyegel kantor kepala desa. Pintu masuk kantor ditutup dengan menggunakan seng. Akibatnya, aktivitas perkantoran tidak bisa dilakukan seperti biasa. Warga menduga, ada manipulasi dalam penyaluran dana BLT tahap kedua ini. Disebutkan, sebagian besar warga yang benar-benar miskin justru tidak mendapat bantuan. "Saya tidak pernah didata sebagai penduduk miskin, jadi tidak dapat dana bantuan itu. Sementara yang bukan orang miskin malah dapat," kata Ny. Darlia, 70 tahun, seorang warga yang ikut berdemo. Menurut Kepala Desa Sukirman, dia tidak mengetahui persis mengapa banyak warganya tidak terdata sebagai penerima bantuan. Disebutkan Sukirman, dari 309 nama calon penerima yang dikirimkan ke kantor kecamatan, hanya 147 orang yang kemudian dinyatakan berhak menerima. Kondisi ini, kata Sukirman, sudah sesuai dengan ketentuan persyaratan calon penerima yang telah ditetapkan.
(nrl/)











































