Jaksa KPK Buka Kemungkinan Hadirkan Anies di Sidang Eks Dirut Sarana Jaya

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 16:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selesai diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan pengadaan lahan. Sejumlah massa pun muncul menggelar aksi menuntut Anies diproses hukum.
Anies Baswedan (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Jaksa KPK akan memanggil sejumlah saksi di persidangan mantan Dirut Sarana Jaya Yoory Corneles terkait kasus lahan Munjul, Jakarta Timur. Termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan?

"Pastinya kami di dalam membuktikan apa yang kami dakwaan akan menghadirkan saksi-saksi yang memang bisa membuktikan semua dakwaan yang kami susun," kata jaksa KPK Takdir Suhan usai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis (14/10/2021).

Jaksa Takdir mengatakan saksi yang akan dipanggil berkaitan dengan program Rumah DP 0 Rupiah. Dia berharap nantinya saksi bersikap kooperatif dan menjelaskan rinci terkait program itu.

"Saksi yang akan kami hadirkan kami anggap yang bisa menerangkan apa yang dilakukan terdakwa, kemudian akibat gimana tadi pembangunan untuk DP 0 Rupiah ini memang tidak bisa digunakan," ucapnya.

Ketika ditanya apakah Anies Baswedan juga akan dipanggil di persidangan, Takdir mengatakan hal itu kemungkinan akan terjadi. Diketahui, di tingkat penyidikan, Anies sebelumnya sudah pernah diperiksa di KPK.

"Tidak menutup kemungkinan (Anies dipanggil), karena tadi bisa dibilang di dalam pengadaan ini ada kebijakan, kemudian ada SK yang ditandatangani oleh pihak pejabat yang berwenang, itu nanti akan kami lihat ke depan. Karena bagaimanapun untuk mendukung dakwaan kami, ada pihak-pihak yang punya andil untuk pelaksanaan pengadaan ini," tegas jaksa Takdir.

Anies Diperiksa KPK

Seperti diketahui, Anies Baswedan pada 21 September lalu memenuhi panggilan KPK. Anies bersaksi untuk Yoory Corneles.

Setelah diperiksa, Anies mengaku menjelaskan tentang program pengadaan rumah. Dia juga mengaku ditanya tentang program dan peraturan di Jakarta.

"Ada delapan pertanyaan yang terkait dengan program pengadaan rumah di Jakarta," ucap Anies setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (21/9).

Saksikan juga: Belajar dari Jouska: Hati-hati Godaan Investasi Uang Cepat

[Gambas:Video 20detik]



KPK mengatakan Anies dicecar mengenai program Rumah DP 0 Rupiah. Anies juga dicecar mengenai usulan anggaran program itu.

"Dikonfirmasi secara umum antara lain terkait dengan proses usulan anggaran untuk dilakukannya penyertaan modal APBD DKI Jakarta kepada Perumda Sarana Jaya. Di samping juga soal mekanisme pelaporan atas dilakukannya penyertaan modal tersebut," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (22/9).

"Selain itu, saksi menerangkan mengenai salah satu penyertaan modal kepada Perumda Sarana Jaya yang diperuntukkan bagi pembangunan rumah DP Rp 0," imbuhnya.

Yoory Didakwa Rugikan Negara Rp 152 M

Mantan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles didakwa memperkaya diri sendiri dan merugikan negara Rp 152 miliar. Jaksa menyebut Yoory melakukan korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur.

"Terdakwa Yoory Corneles bersama-sama Anja Runtuwene, Tommy Adrian, Rudy Hartono Iskandar, dan korporasi PT Adonara Propertindo telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi, yaitu Anja Runtuwene dan Rudy Hartono Iskandar selaku pemilik (beneficial owner) korporasi PT Adonara Propertindo sebesar Rp 152.565.440.000 yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp 152.565.440.000," kata jaksa KPK Takdir Suhan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis (14/10).

Dalam sidang ini, Yoory tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan. Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi.

(zap/lir)