ADVERTISEMENT

Waterboom Jambi Senilai Rp 23 M Terbengkalai, Kini Bak Bangunan Berhantu

Ferdi Almunanda - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 12:44 WIB
Kondisi Waterboom di Batanghari, Jambi yang terbengkalai
Kondisi waterboom di Batanghari, Jambi, yang terbengkalai (Ferdi Almunanda/detikcom)
Batanghari -

Wahana bermain air atau waterboom di Kabupaten Batanghari, Jambi, terbengkalai. Pembangunan waterboom yang direncanakan jadi objek wisata warga itu sekarang bak bangunan berhantu.

Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (14/10/2021), bangunan waterboom terlihat usang, bangunan itu juga tidak memiliki atap. Sampah berserakan dan lantai-lantai kolam renang ditumbuhi lumut.

Lokasi waterboom ini berada di Kelurahan Rengas Condong, Kecamatan Muaro Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi. Objek wisata yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar ini tak jauh dari lokasi rumah dinas Bupati Batanghari.

Untuk diketahui, proyek pembangunan waterboom yang dianggarkan oleh APBD Batanghari menelan biaya Rp 23 miliar. Sejak dibangun pada 2013, waterboom ini hanya beberapa bulan pertama dikunjungi warga.

"Dulu pernah-lah sempat diresmikan, lalu sempat warga gratis masuk waterboom-nya, kemudian berbayar. Tapi itu cuma beberapa bulan, kini tidak pernah lagi bisa kita nikmati dan gunakan sebagai tempat wisata kita," kata warga setempat, Agus, saat ditemui detikcom, Kamis (14/10/2021).

Warga juga menyayangkan sekali jika pembangunan waterboom itu terbengkalai. Selain menelan biaya yang sangat besar, pembangunan itu dinilai juga seperti menghamburkan uang negara.

"Sangat disayangkan-lah, mana bangunannya juga banyak rusak. Ada yang sudah diambil-ambil orang aset-aset bangunannya, rusaklah pokoknya. Ndak ada nian manfaatnya bangunan ini sudah karenalah lamo nian ndak (lama sekali tidak) dipakai," ujarnya.

Awalnya, pembangunan waterboom di Kabupaten Batanghari ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Selain itu, waterboom ini juga dibuat untuk tujuan kawasan wisata di Tanah Serentak Bak Regam.

Namun proyek waterboom yang dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Batanghari Abdul Fattah itu sia-sia. Padahal, pada 22 Juni 2013, waterboom ini sempat diresmikan untuk digunakan.

Robert mengaku waterboom ini sekarang banyak didatangi oleh kalangan muda-mudi yang berpacaran. Di masa kepemimpinan Muhammad Fadhil Arief, Robert meminta agar bangunan itu dimanfaatkan untuk hal lain ketimbang didiamkan.

"Menurut saya, bangunan itu tidak ada lagi asas manfaatnya. Lebih baik pemerintah ratakan saja bangunan itu karena tidak ada manfaatnya lagi. Ketimbang bermasalah nantinya, lebih baik ratakan saja," ungkap Robert.

"Kita harap bisa dimanfaatkan pemerintah. Tapi, jika tidak bisa dimanfaatkan, ratakan saja, hancurkan saja. Apalagi sekarang bangunan itu banyak sekali yang rusak, terus dijadikan tempat pacaran, tak ada manfaat sama sekali," pungkas Robert.

Kondisi Waterboom di Batanghari, Jambi yang terbengkalaiKondisi waterboom di Batanghari, Jambi, yang terbengkalai (Ferdi Almunanda/detikcom)
(aud/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT