Perintah Tegas Pangdam Jaya Usut Kaburnya Rachel Vennya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 11:57 WIB
Jakarta -

Aksi kaburnya selebgram Rachel Vennya dari tempat karantina dibantu oknum TNI disikapi serius oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji. Dia memerintahkan dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk mencari tau siapa-siapa saja oknum yang terlibat.

Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS menjelaskan saat ini Kodam Jaya sedang dalam proses penyelidikan terkait kaburnya Rachel Vennya dari karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan.

"Pemeriksaan yang dilakukan mulai dari hulu sampai ke hilir," kata Kolonel Herwin dalam keterangannya.

Pihak Kodam Jaya menelusuri dari sejak Rachel Vennya tiba di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng hingga kabur dari RSDC Wisma Atlet Pademangan. Hasil sejauh ini, ditemukan ada oknum TNI yang membantu Rachel Vennya melakukan tindakan melanggar hukum tersebut.

"Dari hasil penyelidikan sementara, terdapat temuan bahwa adanya oknum anggota TNI bagian pengamanan satgas di bandara yang melakukan tindakan non-prosedural," tegas Kolonel Herwin.

Oknum TNI anggota pengamanan Bandara Soekarno-Hatta ini berinisial FS. Dia melakukan tindakan non-prosedural dengan mengatur agar Rachel Vennya dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina yang wajib dilalui setelah melakukan perjalanan dari luar negeri.

Temuan lainnya, Kolonel Herwin menyatakan Rachel Vennya juga tidak berhak mendapat fasilitas karantina gratis di RSDC Wisma Atlet Pademangan. Ini sesuai Keputusan Ka Satgas COVID-19 No 12/2021 tanggal 15 September 2021. Dalam aturan itu tegas dinyatakan yang berhak mendapat fasilitas repatriasi karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan adalah:

1. Para pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia dan menetap minimal 14 hari di Indonesia.
2. Pelajar/mahasiswa Indonesia setelah mengikuti pendidikan atau melaksanakan tugas belajar dari luar Negeri.
3. Pegawai pemerintah RI yang kembali ke Indonesia setelah melaksanakan perjalanan dinas dari luar negeri.

"Pada kasus selebgram Rachel Vennya menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak berhak mendapat fasilitas tersebut," tegas Kolonel Herwin.

Kolonel Herwin menyampaikan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji selaku Pangkogasgabpad COVID-19 langsung memberikan perintah tegas usai mengetahui peristiwa ini. Mayjen Mulyo Aji meminta proses pemeriksaan dan penyidikan terhadap oknum TNI yang terlibat dilakukan secepatnya.

Mayjen Mulyo Aji juga meminta penyelidikan dilakukan terhadap tenaga sektor kesehatan, tenaga pengamanan, dan penyelenggara karantina lainnya agar diperoleh hasil maksimal. Dia ingin agar peristiwa kaburnya selebgram Rachel Vennya ini diusut tuntas.

Rachel Vennya sendiri bungkam sejak isu ini mencuat. detikcom telah berupaya menghubunginya lewat telepon, tapi tidak ada respons.

(hri/fjp)