TNI Tak Terlibat Pembelian Senjata 3 WNI di Hawaii
Senin, 17 Apr 2006 14:20 WIB
Jakarta - Tiga warga negara Indonesia (WNI) ketangkap basah ketika berusaha membeli sejumlah senjata AS di Hawaii. TNI menegaskan tidak terlibat dalam transaksi senjata itu. Hal ini disampaikan oleh Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto usai peringatan HUT Kopassus ke-54 di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (17/4/2006)."Di Hawaii itu ada dua kasus yang terpisah yang tidak terkait satu sama lain. Kebetulan orangnya sama, yakni pihak ketiga. Tetapi terpisah dengan soal senjata," terang Panglima TNI.Ketika ditanya sejak kapan Hadianto Djoko Djuliarso -- salah satu tersangka -- menjalin kerjasama dengan TNI, Panglima TNI mengatakan sekitar 3 tahun terakhir. "Selama ini yang kerjasama dengan rekanan itu adalah suku cadang, radar pesawat dan suku cadang Hercules. Yang kecil-kecil saja. Maka itu kita tidak ada kaitannya dengan senjata itu," tandasnya.Panglima TNI meminta agar kasus ini dibedakan antara kerjasama TNI AU dalam pemesanan radar dan kasus tertangkapnya 3 WNI yang menyelundupkan senjata."Mustinya dipisahkan kasusnya. Yang pengadaan suku cadang radar itu ada kontraknya. Tapi yang lain tidak. Saya sampaikan lagi tidak ada pemesanan senjata oleh TNI," tegasnya.Seperti diberitakan 3 WNI ditangkap di Hawaii saat berencana membeli ratusan pistol, senapan mesin, rudal Sidewinder dan peralatan radar aviasi untuk dikirim ke Indonesia. Mereka adalah Hadianto Djoko Djuliarso danIgnatius Ferdinandus Soehardi. Turut ditangkap adalah istri Hadianto, namun dia tidak dikenai tuntutan.
(san/)











































