Round-Up

Lara Atlet NTT-Maluku Peraih Emas Usai Pulang dari PON Papua

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 21:42 WIB
Tangkapan layar video viral atlet dayung Maluku di PON XX Papua terlantar di Bandara Pattimura, Ambon. (dok. Istimewa)
Foto: Tangkapan layar video viral atlet dayung Maluku di PON XX Papua terlantar di Bandara Pattimura, Ambon. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Lara kisah atlet asal NTT dan Maluku setelah meraih medali emas di PON Papua. Keduanya tak disambut Pemerintah Daerah asalnya usai mengharumkan kampung halaman.

Awalnya Susanti Ndapataka, atlet cabor muaythai peraih medali emas pertama di PON XX Papua viral lantaran hanya dijemput mobil pikap usang di Bandara El Tari Kupang. Pihak pelatih menilai ada miskomunikasi soal penjemputan Susanti.

Berdasarkan gambar dan video yang beredar, Rabu (6/10/2021), tampak Susanti duduk di dasar bak pikap berwarna hitam itu. Terlihat Susanti mengenakan jaket bergaris kuning dan biru.

Dia didampingi pelatihnya saat dijemput di bandara. Saat dikonfirmasi terkait konten viral tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) NTT Josef Nae Soi memberikan sebuah video klarifikasi dari Susanti dan pelatihnya, Angga Silitonga.

Angga menyebut ada miskomunikasi soal kendaraan untuk menjemput Susanti. Dia mengatakan meminta sebuah kendaraan terbuka, dengan harapan warga bisa merayakan kemenangan Susanti bersama-sama.

Namun sayang, bayangan soal mobil terbuka berbeda yang apa yang dikirimkan kepadanya.

"Kalau masalah pikap memang kemarin tawarannya mau oto tertutup atau oto terbuka. Tapi lebih baik oto terbuka supaya masyarakat bisa melihat. Cuman permasalahannya kita tidak membayangkan yang datang pikap seperti itu," kata Angga

Awalnya, Susanti disebut tidak menginginkan ada penjemputan terhadap dirinya. Namun, Angga meyakinkan anak didiknya bahwa prestasi yang didapatkannya di Papua berbeda dengan juara yang sebelumnya diraih.

Oleh karena itu, Angga menilai sudah sepantasnya Susanti mendapatkan sambutan dari masyarakat.

Angga mengatakan saat melihat mobil itu datang, dirinya termasuk Susanti tidak mempermasalahkan. Dia menepis minimnya sambutan kepada Susanti saat tiba di Bandara.

Lagi-lagi, Angga mengatakan pihaknya sama sekali tidak mempermasalahkan meski tidak membayangkan yang datang pikap.

"Tadi katong datang ada Kodim menyambut memberikan karangan bunga. Berfoto," ucapnya.

Sementara itu, Susanti yang dalam video itu sama sekali tidak berkomentar soal proses penjemputan dirinya. Dia hanya berterima kasih dan berharap dapat mewakili Indonesia di SEA Games.

"Sangat berterima kasih sekali. Ke depannya mungkin bisa diperhatikan, bisa ikut SEA Games," harap Susanti.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT Andre Koreh menyayangkan kepulangan Susanti yang tanpa melalui koordinasi. Dia mengatakan ada dana untuk transportasi atlet.

Namun KONI tidak bisa berbuat apa-apa karena Pemda yang mengelola dana hibah PON, termasuk biaya transportasi atlet dan seluruh kontingen dari Kupang menuju Papua dan sebaliknya.

"Semestinya kepulangan dari atlet diketahui oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi NTT sebab mereka yang mengelola dana hibah PON," kata Andre seperti dilansir Antara, Rabu (6/10/2021).

"Semestinya KONI yang kelola anggaran PON, tapi kemudian diambil alih sesuai kebijakan Pemda. Katanya, selama ini kurang tepat dikelola KONI," katanya.

Dia mengungkapkan selama ini Pemda tidak pernah berkoordinasi dengan KONI soal penjemputan atlet. Walaupun saat penjemputan atlet Muay Thai NTT itu ada beberapa pengurus KONI NTT hadir atas inisiatif pribadi.

"Bagaimana mau koordinasi, nama saya saja tidak tercatat dalam daftar kontingen PON NTT sebagaimana SK Gubernur NTT tentang Kontingen Provinsi NTT pada PON XX Papua. Padahal saya Ketua Umum KONI NTT," kata Andre.

Dia menambahkan saat penjemputan memang ada beberapa pengurus KONI, tetapi itu inisiatif pribadi.

"Dan karena tidak ada koordinasi, dampaknya ya, seperti yang kita lihat melalui video dan foto yang menyebar tadi," ucapnya.

Andre berharap agar kejadian yang dialami oleh atlet NTT itu tidak terjadi lagi dan kali ini menjadi pembelajaran.

"Ya, semoga ini jadi pelajaran supaya kita bisa lebih menghargai atlet," ungkap Andre.

Simak juga 'Satgas Ungkap Dugaan Penyebab 83 Orang Positif Covid-19 di PON XX Papua':

[Gambas:Video 20detik]