Detik-detik Polisi 'Smackdown' Mahasiswa Pendemo di Pemkab Tangerang

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 18:40 WIB
Jakarta -

Demo mahasiswa di depan kantor Bupati Tangerang, Banten, siang tadi berakhir ricuh. Di tengah kericuhan itu, aparat kepolisian mengamankan sejumlah mahasiswa pendemo.

Salah satu mahasiswa yang diamankan polisi adalah Faris dari Himata Banten. Faris kala itu dibanting ala pertarungan bebas smackdown oleh polisi.

Momen Faris dibanting itu terekam video dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat sekelompok mahasiswa pengunjuk rasa terlibat aksi dorong-dorongan dengan aparat kepolisian.

Oknum polisi itu memiting leher pendemo dan tiba-tiba membanting tubuhnya ke lantai.

Tidak lama kemudian, pria itu terlihat kejang-kejang. Polisi lain mencoba membangunkan dan menyadarkan pendemo tersebut.

Adapun demo tersebut berlangsung tadi siang. Demo sekelompok mahasiswa itu bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke-389.


Polisi Nyatakan Mahasiswa Tersebut Sehat

Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro membantah adanya kekerasan aparat dalam pengamanan demo tersebut. Namun Wahyu menyatakan mahasiswa tersebut dalam kondisi sehat.

"Kondisinya masih sehat. Semua yang diamankan masih dilakukan swab dan pemeriksaan lebih lanjut," jelas Wahyu Bintoro saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (13/10/2021).

Wahyu mengatakan pihaknya juga membawa yang bersangkutan ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Wahyu mengatakan kondisinya bisa berjalan.

"Yang bersangkutan akan kita bawa ke RS untuk dilakukan pemeriksaan medis. Saya hanya memberikan info bahwa yang bersangkutan masih bisa jalan," ujar Wahyu.

Lebih lanjut Wahyu mengimbau masyarakat agar tidak terpancing informasi hoax.

"Jangan terpancing dengan berita hoax. Mari sama-sama tabayun. Tugas kita sama, memberikan pelayanan kepada masyarakat, memberikan edukasi yang baik," jelasnya.

Wahyu menambahkan pihaknya telah melakukan apel sebelum pengamanan demo tersebut. Ia mengatakan pihaknya akan memberikan tindakan tegas jika ada oknum yang terbukti melanggar SOP.

"Sudah kita APP (beri pengarahan) dengan baik. Masih ada perilaku oknum yang tidak baik, tentu akan kita tindak tegas. Secara internal, tetap akan saya evaluasi, Tim Propam akan melakukan evaluasi terhadap SOP mengamankan massa," tuturnya.


Simak klarifikasi Faris di halaman selanjutnya