Ancaman Serangan AS, 200 Warga Iran Daftar Jadi Martir

Ancaman Serangan AS, 200 Warga Iran Daftar Jadi Martir

- detikNews
Senin, 17 Apr 2006 13:11 WIB
Teheran - Rumor mengenai rencana serangan militer AS ke Iran kian berhembus kencang. Untuk itu sekitar 200 warga Iran dalam beberapa hari terakhir telah mendaftarkan diri mereka secara sukarela untuk melakukan misi martir terhadap kepentingan AS dan Inggris.Para relawan itu akan beraksi jika Iran diserang sehubungan dengan program nuklirnya. Demikian disampaikan sebuah kelompok garis keras Iran seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (17/4/2006)."Dikarenakan ancaman baru-baru ini, kami telah mulai mendaftar relawan-relawan lainnya sejak Jumat," ujar Mohammad Ali Samadi, juru bicara Komite Peringatan Martir Kampanye Islam Global."Sekitar 200 orang lagi telah mendaftar untuk melakukan operasi terhadap musuh-musuh kami. Amerika dan Inggris sudah pasti dianggap musuh," imbuhnya.Komite tersebut telah dibentuk sejak tahun 2004 lalu. Komite itu menegaskan tidak punya kaitan dengan pemerintah Iran. Pemerintah AS dan negara-negara Barat lainnya menuding Iran berupaya mengembangkan senjata atom lewat program nuklirnya. Namun Iran bersikeras bahwa aktivitas nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi."Kami akan memberikan pelajaran bagi mereka yang berani menyerang negara kami," cetus Ali, seorang relawan yang mengenakan topeng. Ketika ditanya mengapa pria itu harus menutupi wajahnya, Ali menjawab, "Saya tidak ingin dikenali ketika bepergian ke luar negeri untuk membahayakan kepentingan Amerika dan Inggris," tandasnya.Menurut koran The Sunday Times of London yang mengutip pejabat-pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya, Iran telah memiliki 40 ribu pengebom bunuh diri terlatih yang siap menyerang target-target Barat jika Iran diserang."Pasukan utama yang dinamai Unit Khusus Pencari Martir dalam Garda Revolusioner itu, pertama kali terlihat bulan lalu ketika para anggota tampil dalam parade militer," demikian tulis medis Inggris itu.Namun Samadi membantah berita tersebut. "Garda Revolusioner tidak punya kaitan dengan operasi pencarian martir. Kamilah satu-satunya kelompok pencari martir di Iran," kata Samadi. "Dan kami merupakan kelompok independen," imbuhnya. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads