Mendagri Persilakan 9 Petinggi GAM Balik ke Aceh
Senin, 17 Apr 2006 13:10 WIB
Jakarta - Sembilan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dalam waktu dekat akan kembali ke Aceh. Kedatangan mereka pun disambut tangan terbuka oleh pemerintah.Kedatangan petinggi GAM ke Aceh itu untuk meninjau pelaksanaan tahapan pilkada yang akan berlangsung di tanah rencong itu."Bisa saja kan pemilu yang lalu juga ada peninjau. Kita juga ingin ciptakan demokrasi yang baik," kata Mendagari M Ma'ruf di sela-sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (17/4/2006).Dari sembilan petinggi GAM itu, tiga di antaranya adalah Perdana Menteri Malik Mahmud, Menteri Luar Negeri Zaini Abdullah dan juru bicara Bakhtiar Abdullah.Menurut Ma'ruf, kesembilan petinggi GAM tersebut juga bisa sekaligus menunaikan hak pilihnya dalam pilkada nanti. Namun, tentunya dengan catatan yang bersangkutan telah mengikuti proses pendahuluan yakni terdaftar resmi sebagai warga negara Indonesia."Bagi mereka yag sudah kembali menjadi WNI, tentu mempunyai hak yang sama dengan WNI lainnya," ungkap Ma'ruf.Terkait dengan belum juga disahkannya RUU Pemerintahan Aceh, Ma'ruf mengatakan hingga saat ini pemerintah belum menentukan jadwal baru pilkada NAD yang sedianya berlangsung pada 1 April 2006 lalu.Meski jadwal telah lewat, pemerintah berpendapat bahwa aturan Pilkada NAD tetap harus merujuk pada UU Pemerintahan Aceh. Pilkada yang merupakan implementasi dari kesepakatan Helsinki tersebut jangan bertentangan dengan UU Pemerintah Aceh. Dengan demikian aspirasi warga Aceh agar diperkenankan calon independen ikut menjadi kandidat kepala derah memperoleh kejelasan yang tegas."Setelah UU baru ini selesai, baru kita sesuaikan aturan pilkada di NAD. Saya harap tidak terlalu lama. Kan sudah dua kali ditunda," tegasnya.
(san/)











































