Hari Buruh Dunia
Menaker Minta Buruh Tidak Mogok
Senin, 17 Apr 2006 13:01 WIB
Jakarta - Ancaman para buruh untuk mogok pada peringatan Hari Buruh Dunia 1 Mei mendatang mendapat perhatian Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno. Ia menyerukan serikat buruh agar membatalkan ancaman itu. "Ngapain mesti mogok 1 Mei nanti? Kan sudah dipenuhi formulasinya," kata Erman kepada wartawan usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Gedung Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (17/4/2006). Pemerintah dan tim kajian revisi UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dari universitas akan melakukan rapat bersama untuk membahas formulasi kajian. "ToR-nya bagaimana, itu yang akan kita bahas hari ini," jelas Erman.Erman mengatakan, kemungkinan beda pendapat antara pemerintah dengan universitas memang selalu ada. Namun semua itu akan menjadi referensi bagi semua pihak untuk memperbaiki revisi UU Ketenagakerjaan. "Pihak universitas tentu akan memberikan analisis secara akademis, biarlah mereka bekerja secara independen dulu," kata Erman. Bagaimana jika akademis menolak Jamsostek? "Saya kira akademis bukan pada taraf menolak atau menerima. Namun pemerintah akan tetap menggunakan Jamsostek supaya ada jaminan yang lebih pasti bagi tenaga kerja," tandas Erman.Ancaman mogok buruh disampaikan Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN) Bambang Wiryono pada 12 April lalu. Saat itu puluhan ribu buruh kembali mendemo kantor Presiden.
(iy/)











































