Tolak Ketemu Komunitas Eden, Menag Diteriaki Pengecut
Senin, 17 Apr 2006 12:25 WIB
Jakarta - Menteri Agama Maftuh Basyuni menolak bertemu perwakilan komunitas Eden yang berdemo di Depag. Menag masih mencari waktu yang tepat untuk ketemu pengikut Lia Aminuddin itu. Menag pun diteriaki pengecut."Pak Menteri sudah kabur, pengecut dia! Menag tak menghargai kita," teriak salah satu pendemo Saor Siagian di depan Gedung Depag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (17/4/2006).50 anggota komunitas Kerajaan Tuhan yang berdemo sejak pukul 10.00 WIB hanya diterima Kepala Biro Umum Depag Sukiman Azmi. Perwakilan komunitas ini sempat berdebat alot sebelum akhirnya benar-benar ditolak bertemu Menag.Karena penolakan tersebut, mereka menegaskan akan menyomasi Menag jika dalam tempo 7 hari Menag tidak minta maaf. Komunitas ini juga berencana mengantarkan somasi itu ke Presiden SBY. "Mungkin minggu depan kita akan beri somasi ke Presiden karena Menag sudah melanggar hak-hak sipil," kata Saor.Komunitas yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan itu menggugat Menag atas pernyataannya yang menyebutkan Ahmadiyah sebagai aliran sesat dan meminta pengikut aliran ini keluar dari agama Islam dan membentuk agama baru.Sebagai pejabat publik, Menag harusnya mangayomi seluruh agama dan penganut aliran kepercayaan. Namun Menag malah melanggar hukum dan menyalahgunakan kewenangannya, apalagi pemerintah telah meratifikasi konvenan internasional mengenai hak-hak sipil dan hak-hak politik yang mengharuskan negara mengakui dan menghormati kebebasan beragama. Kelompok ini juga menilai ucapan Menag sebagai pejabat publik telah memprovokasi dan memotivasi masyarakat di beberapa daerah untuk mengambil tindakan anarkis seperti penyerangan, pengrusakan, pembakaran yang menimbulkan kerugian harta benda maupun keselamatan pengikut aliran tertentu.Ucapan Menag juga telah menyebabkan kerugian fisik dan psikis yang mendalam dan menimbulkan satu trauma bagi para korban. Menag dinilai secara serius telah melecehkan dan menghina kelompok tertentu.Mereka pun meminta Menag memulihkan hak-hak dasar warga Ahmadiyah dan komunitas lainnya, termasuk Lia Eden sejajar dengan agama lain dan dilayani pemerintah. Mereka juga minta Menag minta maaf secara terbuka, baik melalui media cetak maupun elektronik terhadap seluruh kelompok agama yang selama ini telah mengalami penyerangan, pengrusakan dan penjarahan akibat kebijakannya.
(umi/)











































