Warga di Lereng Merapi Pasang Oncor dan Galar

Warga di Lereng Merapi Pasang Oncor dan Galar

- detikNews
Senin, 17 Apr 2006 12:25 WIB
Boyolali - Gunung Merapi yang berada di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah bisa meletus sewaktu-waktu. Warga di lereng Merapi kini sudah memasang oncor dan galar. Bagi warga setempat, oncor dan galar bisa meredakan 'kemarahan' Merapi.Pemasangan oncor dan galar ini dilakukan oleh warga Dusun Stabelan, Desa Telogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.Dusun ini merupakan pemukiman tertinggi di lereng Merapi, sekitar 3,5 km dari puncak Merapi. Dusun Stabelan diisi sekitar 100 KK (300 jiwa). Para warga di dusun ini masih mempercayai hal-hal yang berbau mistis.Karena itu, wajar bila mereka sangat yakin oncor dan galar bisa membuat Merapi batal meletus. Oncor adalah obor yang terbuat dari bambu, dengan bahan bakar minyak tanah. Oncor sepanjang 30 cm hingga 1 meter ini dipasang di halaman rumah warga secara terus-menerus, siang dan malam.Sedangkan galar merupakan batangan-batangan panjang dari bambu. Galar ini dipasang di dekat oncor dan di sekelilingnya ditaburi nasi jagung. Pemasangan oncor dan galar ini sudah menjadi tradisi setempat bila Gunung Merapi akan meletus.Kepala Desa Telogolele, Budi Harsono, saat ditemui wartawan, Senin (17/4/2006), menuturkan, warga Stabelan memasang oncor bila aktivitas Merapi sudah dianggap benar-benar membahayakan. "Tradisi ini selalu dilakukan warga Stabelan," ungkap dia.Secara nalar, kata Budi, oncor itu akan berguna saat Merapi benar-benar meletus. "Jadi, oncor itu nantinya bisa digunakan sebagai alat penerang saat warga mengungsi. Sebab, apabila terjadi letusan Merapi, baik siang atau malam, situasi sangat gelap," kata Budi.Namun, kata Budi, sebenarnya warga melakukan hal ini karena didasarkan pada kepercayaan mereka bahwa oncor dan galar bisa meredakan kemarahan Merapi.Ziarahi Makam Mbah BagorSelain memasang oncor dan galar, warga Stabelan juga menziarahi makam Mbah Bagor di dusun itu. Selama ini, Mbah Bagor dipercaya sebagai salah satu tetua kampung tersebut. Ziarah ini juga sudah menjadi tradisi warga.Menurut Budi, saat ini Tim Siaga Merapi sudah disiapkan untuk mendata semua penduduk, sebagai antisipasi bila nanti dilakukan evakuasi. Hingga saat ini, tim masih menunggu informasi tentang perkembangan Merapi lebih lanjut."Sejauh ini belum ada informasi pasti tentang arah material letusan Merapi. Kalau lahar mengarah ke barat laut, ke kali Tlising, maka desa yang paling parah terkena material Merapi adalah desa kami," kata Budi. Bila lahar Merapi mengarah ke utara atau mengarah ke Kali Api, maka yang paling parah tersapu material Merapi adalah Desa Jrakah dan Klakah.Saat ini, kata Budi, sudah dimungkinkan dilakukan evakuasi ternak di Desa Tlogolele. Hewan-hewan ternak ini akan dievakuasi ke Dukuh Telogomulya dan Dukuh Telogolele. Bila memang dua dukuh itu dianggap kurang aman, maka hewan ternak akan dievakuasi ke Desa Sawangan, Magelang. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads