Polisi Cek Penyebab BBM Sulit Didapat di Pekanbaru, Ini Hasilnya

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 15:26 WIB
Warga kesulitan dapat BBM di Pekanbaru (Raja-detikcom)
Warga kesulitan dapat BBM di Pekanbaru (Raja/detikcom)
Pekanbaru -

Polisi turun tangan mengecek penyebab warga kesulitan mendapat bahan bakar minyak (BBM) di Pekanbaru. Polisi telah memanggil Pertamina terkait hal ini.

"Kemarin kita konfirmasi ke PT Pertamina. Kita panggil dan tanyakan soal penyebab kelangkaan setelah koordinasi sama Pak Sekda Riau (SF Hariyanto)," kata Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Ferry saat dimintai konfirmasi, Rabu (13/10/2021).

Polisi juga memanggil Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas). Hiswana Migas adalah perkumpulan pengusaha ritel BBM.

Ferry mengatakan Pertamina menjelaskan ada pengurangan distribusi BBM 8 persen. Menurut dia, pengurangan BBM terjadi karena penerapan PPKM di Pekanbaru.

"Pak Kapolda perintahkan tidak boleh ada antrean. Kalau menurut Pertamina, karena ada kurangnya pendistribusian sekitar 8 persen, karena ada level PPKM ada pengurangan," kata Ferry.

Sebelumnya, warga di Pekanbaru kesulitan mendapatkan BBM di SPBU dalam beberapa hari terakhir. Warga harus rela antre panjang demi mendapat BBM, khususnya jenis solar.

Pertamina sendiri telah buka suara dan menyatakan tak ada pengurangan distribusi BBM. Manager Communication, Relations, & CSR Regional Sumbagut, Taufikurachman, mengatakan penyaluran dilakukan sesuai dengan kebutuhan warga.

"Tidak ada kelangkaan, kami tetap menyalurkan BBM sesuai kebutuhan masyarakat Riau. Produk apa yang kehabisan mungkin masih dalam pengiriman ke SPBU tersebut," katanya.

Taufik mengatakan ada peningkatan konsumsi BBM di Pekanbaru. Dia mengatakan salah satu penyebab peningkatan konsumsi BBM ialah turunnya level PPKM Pekanbaru.

"Kalau peningkat konsumen pasti ada terkait dengan penurunan level PPKM. Di Pekanbaru dan sekitarnya sudah ramai lagi sekarang," kata Taufik.

Dia juga menjelaskan stok solar subsidi di Riau. Dia menegaskan stok solar aman.

"Tidak benar (kuota habis), kuota solar bersubsidi masih ada sampai akhir tahun. Kuota solar bersubsidi tahun 2021 ada 777.860 kiloliter, kuota tersisa 173.228 kiloliter," katanya.

(ras/haf)