Cegah Klaster Baru, Pemprov Kalteng Kebut Vaksinasi Sektor Pendidikan

Eqqi Syahputra - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 14:29 WIB
Vaksinasi Pelajar
Foto: Pemprov Kalteng
Jakarta -

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menekankan pentingnya percepatan vaksinasi di sektor satuan pendidikan. Hal ini bertujuan untuk memastikan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas benar-benar dapat terlaksana tanpa menimbulkan klaster baru COVID-19.

"Tenaga pendidik dan peserta didik, serta tenaga kependidikan setiap satuan pendidikan harus divaksin sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka. Dalam pelaksanaannya kita lakukan evaluasi secara berkala, jangan sampai muncul cluster baru," ujar Sugianto dalam keterangan tertulis, Rabu (13/10/2021).

Hal itu diungkapkannya saat meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal bagi pelajar dan masyarakat umum di SMP Negeri 1 Pangkalan Benteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (12/10) kemarin.

Sebanyak 500 dosis vaksin disediakan untuk 397 pelajar SMP dan masyarakat umum 103 orang. Adapun jenis vaksin yang diberikan untuk pelajar menggunakan jenis vaksin Pfizer dan masyarakat umum menggunakan jenis vaksin AstraZeneca.

Sugianto menyampaikan vaksinasi COVID-19 massal terus digencarkan sebagai upaya Pemerintah untuk mempercepat pembentukan kekebalan komunal. Kasus konfirmasi baru dan angka kematian di Kalimantan Tengah terus menurun, dan angka kesembuhan juga terus meningkat.

"Kita harus terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat vaksinasi di Kalimantan Tengah. Keberhasilan upaya percepatan vaksinasi ini tentu saja memerlukan peran serta dan dukungan dari seluruh pihak, termasuk kesadaran masyarakat untuk mau divaksin," ujarnya.

"Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang sangat antusias untuk mengikuti kegiatan vaksinasi massal yang dilaksanakan pada hari ini," imbuhnya.

Turut hadir tinjauan tersebut yakni Ketua TP-PKK Prov. Kalteng Ivo Sugianto Sabran, anggota DPR RI Dapil Kalteng H. Agustiar Sabran dan Kapolda Kalteng Irjen Pol. Dedi Prasetyo.

(ncm/ega)