Protes Pemkot, Warga Sungai Saddang Makassar Tutup Jalan
Senin, 17 Apr 2006 11:25 WIB
Makassar - Pemkot Makassar memutuskan memberlakukan sistem satu jalur di Jalan Sungai Saddang Baru. Namun warga tidak terima. Protes keras dilancarkan dengan menutup jalan sepanjang 1 km itu sejak pukul 10.00 Wita.Warga juga membakar ban di kedua ujung jalan yang ditutup tersebut. Akibat penutupan jalan tersebut, polisi pun mengalihkan arus lalu lintas dari jalan tersebut ke jalan lain. Saat ini polisi masih tampak berjaga-jaga.Seorang warga bernama Gasing kepada detikcom, Senin (17/4/2006), mengaku tidak terima dengan kebijakan pemkot yang akan diberlakukan mulai 1 Mei itu. Pasalnya kebijakan itu mematikan tungku nasi warga sekitar yang mengais rezeki dengan berjualan di sepanjang jalan itu.Warga yang sebagian besar pedagang kaki lima menilai penghasilan mereka akan melorot, demikian juga pemilik toko yang membanjiri jalan tersebut.Jalan tersebut memang merupakan salah satu pusat bisnis dan perdagangan di Kota Makassar. Di jalan ini terdapat sejumlah ruko dan butik yang menjual pakaian, elektronik dan kebutuhan rumah tangga lainnya.Saat ini pemberlakuan jalur satu arah itu sudah mulai disosialisasikan. Aksi penutupan yang dilakukan warga ini merupakan kejadian yang kedua kalinya. Aksi penutupan jalan pertama kali dilakukan sekitar 2 minggu lalu.Pemkot memberlakukan kebijakan satu arah karena jalur jalan tersebut termasuk yang terpadat di Makassar, sehingga menimbulkan kemacetan. Namun, menurut Gasing, sebetulnya macet yang terjadi bukan karena sistem dua arah yang selama ini diberlakukan. Macet hanya terjadi saat-saat tertentu saja, seperti jam-jam pulang sekolah, karena di jalur tersebut terdapat sejumlah sekolah.
(umi/)











































