Ditanya Rencana Usai Jadi Gubernur DKI, Anies: Hadapi Musim Hujan Dulu

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 10:07 WIB
Jakarta -

Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera berakhir pada Oktober tahun depan. Lantas, apa langkah Anies ke depan?

"Sekarang kita tuntaskan semua tanggung jawab semua," kata Anies usai memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (13/10/2021).

Sebagai informasi, Anies dilantik pada 16 Oktober 2017. Artinya, masa jabatan lima tahun Anies juga akan selesai pada Oktober 2022.

Anies tidak menjawab lugas soal rencananya usai tak lagi duduk di kursi DKI-1 nanti. Untuk saat ini, Anies pilih fokus pada penanganan musim hujan.

"Ini masih menghadapi musim penghujan, apelnya untuk menghadapi musim hujan, kita kerjakan itu dulu," terangnya.

Anies sebelumnya membeberkan rencananya usai tak lagi menjadi gubernur. Setelah tuntas, dia akan berkeliling Indonesia.

"Jadi yang ada di benak saya adalah ini dituntaskan bisa lapor pada umat, lapor pada masyarakat, amanat, nih namanya sama nih, amanah sudah dijalankan dengan baik. Tuntas. Nah sesudah itu saya jadi orang bebas. Sambil orang bebas saya menikmati keliling ke mana-mana. Jadi nanti saya ingin, kalau boleh... kemarin kan tahanan kota lima tahun, jadi habis itu kalau sudah, saya keliling saja kemana-mana, di Indonesia, itu kira-kira," ujar Anies dalam di workshop Nasional DPP PAN di Bali, Senin (4/10).

Bahkan, Anies sempat menyiratkan akan maju lagi jika Pilgub digelar pada 2022. Namun nyatanya, rencana itu berubah semenjak Pilgub DKI diundur ke 2024.

"Jadi, di Jakarta selama 3-4 tahun, semua saya konsentrasikan pada itu. Dulu rencananya, nanti tahun terakhir baru mulai kampanye. Ternyata nggak ada pilkada tahun depan, nggak ada pilkada. Jadi ya sudah kita kerja terus aja, gitu kan, nggak ada kampanye tahun depan," tutur Anies.

Anies membeberkan akan mempersiapkan maju di Pilgub DKI pada tahun keempat menjabat gubernur. Tapi, karena Pilgub DKI diundur ke 2024, Anies membatalkan rencananya.

"Kan programnya gini, tiga tahun pertama kerja eksposur besar, tahun keempat mulai mendekati, maka dari itu ada survei dan lain-lain. Baru masuk tahun keempat dan tahun kelima persiapan untuk pilkada. Kalau pilkadanya nggak ada, ya sudah kita terusin aja kerja sampai akhir," jawabnya.

(taa/idn)