500 Dosis Vaksin di Suntikkan ke Warga Karangploso Malang

Khoirul Anam - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 21:04 WIB
Vaksinasi digelar Ahamad Basarah.
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menyelenggarakan kegiatan vaksinasi COVID-19 dosis kedua bagi warga Kecamatan Karangploso. Kegiatan berlangsung di Pendopo Aspirasi Ahmad Basarah, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut menghabiskan sebanyak 500 dosis vaksin.

Basarah menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari program vaksinasi nasional kerja sama antara pemerintah dan DPR untuk melakukan vaksinasi di daerah pemilihannya masing-masing.

"Alhamdulillah tahap pertama ini saya mendapatkan distribusi vaksin sebanyak 9.000 vaksin, dan sudah didistribusikan di beberapa titik, ada di Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kota Malang," kata Ketua DPP PDI Perjuangan ini dalam keterangannya, Selasa (12/10/2021).

Ia juga mengatakan kegiatan vaksinasi ini sebagai bentuk partisipasi setiap Anggota DPR untuk bisa mempercepat upaya pemerintah mencapai target herd immunity.

"Karena menurut standar WHO, herd immunity atau kekebalan kelompok, itu hanya akan terbentuk ketika masyarakat atau pasien itu sudah disuntik vaksin COVID sampai tahap kedua," jelasnya.

Ia mengatakan, setelah sukses mendistribusikan vaksin tahap pertama sebanyak 9.000 dosis, pihaknya merencanakan kembali membawa 20.000 dosis vaksin untuk tahap kedua.

Berdasarkan data, Basarah mengatakan pencapaian vaksinasi di Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Ia menyebutkan, berbagai apresiasi dari dunia internasional diberikan atas pencapaian Presiden Joko Widodo.

Bahkan, kata dia, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengundang Jokowi menjadi pembicara dalam Summit Meeting PBB untuk memberikan pengarahan kepada dunia atas pencapaian Pemerintah Indonesia mengatasi pandemi COVID-19.

"Tetapi jangan lupa, pujian-pujian itu bisa jadi menjadi racun bagi kita semua," ujar Anggota Komisi X DPR tersebut.

Ia juga mengingatkan, ledakan kasus COVID-19 di Singapura baru-baru ini merupakan akibat dari masyarakat yang mengabaikan prokes. Sehingga Singapura saat ini menghadapi tsunami COVID-19 selayaknya dialami oleh Indonesia 3 bulan yang lalu.

Oleh sebab itu, Basarah meminta seluruh pihak untuk tidak mengendurkan kedisiplinan prokes. Persatuan, lanjut dia, adalah kunci untuk bisa memenangkan pertarungan melawan 'pasukan siluman' COVID-19.

"Jadi persatuan dan bersatu di antara kita adalah cara melawan tentara kolonial, dan hari ini bersatunya TNI, polisi, kekuatan nasionalis, kekuatan Islam juga cara untuk menghadapi tentara COVID-19 ini," tandas dia.

Lihat juga video 'Rekomendasi Baru WHO Terkait Vaksinasi Booster Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)