Makam Bocah SD di Bali Dibongkar-Diautopsi, Ayah Jadi Tersangka Penganiayaan

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 16:28 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi Autopsi Jenazah (Thinkstock)
Karangasem -

Polres Karangasem, Bali, membongkar makam bocah sekolah dasar (SD) untuk keperluan autopsi. Hasil penyelidikan menunjukkan bocah SD itu meninggal akibat dianiaya dan ayahnya ditetapkan menjadi tersangka.

"Kita masih pendalaman, tapi sudah dari hasil petunjuk, bukti, saksi ahli, memang mengatakan bahwa itu ada tindak kekerasan," kata Kapolres Karangasem AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna saat dihubungi detikcom, Selasa (12/10/2021).

Makam bocah 13 tahun itu terletak Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Polisi menduga kuat bocah malang itu meninggal setelah dianiaya oleh ayahnya.

"Berdasarkan petunjuk yang sudah didapati oleh kita, kekerasan itu diduga oleh salah satu orang tuanya. Tapi sudah kita naikkan statusnya sebagai tersangka," imbuh Ricko.

Ricko menuturkan, dugaan kekerasan itu berawal ketika anak tersebut bermain layangan bersama adik-adiknya. Pada saat kembali ke rumah, anak itu dinyatakan sakit dan sempat dicek oleh seorang dukun. Namun, beberapa jam setelah dicek, anak itu dinyatakan meninggal.

Karena itu, pihak keluarga melakukan proses penguburan terhadap jenazah anak itu. Sebelum penguburan, jenazah dimandikan terlebih dahulu. Saat dimandikan, keluarga dan kerabat anak tersebut melihat sejumlah kejanggalan, namun tetap dimakamkan.

Karena melihat ada kejanggalan tersebut, salah seorang keluarga anak tersebut akhirnya melapor ke Polres Karangasem. Dari laporan tersebut, polisi kemudian bersurat kepada rumah sakit dan keluarga guna berkoordinasi waktu yang tepat untuk melakukan autopsi. Pihak rumah sakit kemudian menetapkan pada 5 Oktober 2021.

Setelah itu, pihak rumah sakit kemudian datang ke Kabupaten Karangasem untuk menggali mayat yang sudah dikuburkan. Usai dilakukan autopsi, jenazah langsung dikremasi. Dari hasil autopsi menunjukkan bahwa anak tersebut mengalami kekerasan.

Ricko menegaskan, meski sudah menetapkan tersangka, pihaknya kini masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Pihaknya pun masih melakukan rekonstruksi di rumah anak tersebut.

"Nah sekarang kita, hari ini masih proses pendalaman untuk mencocokkan kembali, baik mungkin rekonstruksi, melihat situasi gambaran di rumahnya kembali, berdasarkan daripada saksi-saksi, baik pada saat itu ada maupun sesaat setelah kejadian," jelas Ricko.

"Nah hari ini di bawah kepemimpinan Kasat Reskrim masih ke TKP untuk pemeriksaan lagi, baik pemeriksaan lokasi maupun pemeriksaan saksi-saksi yang ada di sekitar," terangnya.

(nvl/nvl)