PRSI Diminta Gelar Event Renang Nasional di Stadion Akuatik Papua

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 14:54 WIB
Arena Aquatic PON Papua
Foto: Dok. Waskita Karya
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali mengapresiasi penerapan protokol kesehatan di venue akuatik di kompleks Stadion Lukas Enembe. Menurutnya, seluruh protokol kesehatan berjalan baik selama event berlangsung.

Meski demikian, Amali berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan dengan baik hingga pertandingan selanjutnya.

"Penerapan protokol kesehatan di venue akuatik sangat disiplin, meskipun ramai. Kita melihat ada jarak, bahkan saya duduk dengan Bupati Mathius Awoitauw dan Waketum I PRSI Sarman Simanjorang, jaraknya sesuai dengan prokes," kata Amali dalam keterangan tertulis, Selasa (12/10/2021).

"Nah, saya berharap masih ada beberapa hari pertandingan untuk di akuatik ini supaya prokesnya tetap dipertahankan seperti ini. Jadi masyarakat bisa melihat (menonton), tetapi mereka aman, tidak terkena virus," imbuhnya.

Tak hanya itu, Amali juga mendorong Pemerintah Daerah Papua dan Jayapura memanfaatkan fasilitas dan venue setelah PON XX berakhir. Ia juga mendukung organisasi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) untuk menggelar event nasional maupun regional di venue tersebut.

"Kepada pengurus PRSI saya sampaikan tadi supaya ada event nasional minimal. Kalau mereka ada kesempatan, bisa melaksanakan event regional bawalah ke sini. Sehingga fasilitas ini benar-benar menjadi tempat untuk menghasilkan talenta yang baik dan menjadi kebanggaan kita. Ini bukan hanya kebanggaan Papua, tetapi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia," tambahnya.

Melalui venue akuatik ini, Amali berharap masyarakat Papua juga dapat memanfaatkannya. Sebab, Papua memiliki banyak talenta berbakat yang belum terlatih. Adapun fasilitas ini diharapkan dapat melahirkan atlet berbakat, khususnya di bidang olahraga air.

Seperti halnya para atlet pemecah rekor di PON XX Papua 2021, yakni atlet renang gaya dada 200 meter asal DKI Jakarta, Gagarin Nathaniel Yus. Di babak final, Gagarin berhasil finis dengan catatan waktu 2 menit 17,81 detik. Selain itu, rekor lain juga diraih pada nomor gaya dada 200 meter putri oleh Ressa Kania Dewi dari Jawa Timur dengan catatan waktu 2 menit 33,97 detik.

"Ini luar biasa semangat dari para atlet di tengah situasi pandemi, tapi masih ada pemecahan rekor," katanya.

Amali menilai adanya pemecahan rekor di tengah pandemi COVID-19 menjadi hal yang luar biasa. Sebab, selama pandemi, aktivitas latihan para atlet dibatasi dan agenda kejurnas bahkan ada yang ditiadakan. Hal ini tentunya berpengaruh pada persiapan atlet dalam menghadapi PON XX Papua.

"Masih ada pemecahan rekor saat situasi pandemi. Berarti keinginan atlet untuk berprestasi sangat luar biasa," pungkasnya.

Seperti diketahui, venue akuatik ini merupakan salah satu venue ikonik berkelas dunia yang dibangun di atas lahan seluas 28 ribu meter persegi dengan luas bangunan 17.783 meter persegi. Venue yang dibangun oleh Kementerian PUPR tersebut merupakan bagian dari mandat yang diberikan Presiden Joko Widodo, berdasarkan Instruksi Presiden No 10 Tahun 2017 terkait penyelenggaraan PON XX dan Pekan Paralimpik Nasional XVI tahun 2021 di Papua.

(ncm/ega)