Kemenag Jawab Kritik MUI soal Hari Libur: Peringatan Keagamaannya Tak Bergeser

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 11:41 WIB
Staf khusus Menteri Agama bidang ukhua islamiah, hubungan organisasi kemasyarakatan dan sosial keagamaan dan moderat beragama Ishfah Abidal Aziz (Tangkapan layar HUT MATAKIN)
Staf khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz (tangkapan layar HUT MATAKIN)
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) memberikan penjelasan terkait keputusan menggeser hari libur, salah satunya libur hari raya Maulid Nabi Muhammad, menjadi 20 Oktober 2021. Kemenag menekankan penggeseran hari libur semata-mata untuk melindungi masyarakat dari pandemi Corona.

"Kebijakan terkait digesernya hari libur itu atas dasar pertimbangan-pertimbangan agar tidak terjadinya penyebaran atau penularan COVID-19," kata Stafsus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz, saat dihubungi, Selasa (12/10/2021).

Pria yang akrab disapa Gus Alek ini menjelaskan, jika hari libur Maulid Nabi Muhammad tidak digeser atau tetap tanggal 19 Oktober 2021, ada potensi masyarakat akan mengambil cuti pada hari sebelumnya, yakni Senin, 18 Oktober 2021. Jika hal itu terjadi, kata dia, bisa muncul potensi kerumunan masyarakat.

"Karena kita melihat kalau kemudian hari libur itu ditetapkan pada tanggal sebelumnya (tanggal 19), maka akan berpotensi ada satu jeda hari yang kosong sehingga mungkin bisa dimungkinkan masyarakat mengambil cuti sehingga hari libur menjadi lebih panjang, jadi tanggal 19 Oktober, bertepatan hari Selasa itu, nah jadi kalau ada hari masuk sebelumnya (Senin) 18 Oktober bisa jadi dijadikan hari ambil cuti sehingga liburya menjadi panjang," jelasnya.

"Nah kalau kemudian libur menjadi panjang, maka kemudian akan terjadi kerumunan di tempat wisata dan segala macamnyalah, sehingga kita antisipasi agar tidak terjadi," lanjutnya.

Meski demikian, Gus Alek menekankan pemerintah tidak menggeser perayaan Maulid Nabi Muhammad. Dia menyebut perayaan keagamaan tetap pada tanggal yang sama.

"Maka liburnya digeser tanggal 20 Oktober, akan tapi hari Maulid Nabi tetap peringatannya tanggal 19 Oktober, jadi liburnya aja yang digeser, itu bentuk kesepakatan antara Menteri Agama, kemudian Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB, di bawah Kemenko PMK," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak Video: Satgas Ingatkan Warga Tidak Terlena Saat Merayakan Maulid Nabi

[Gambas:Video 20detik]