DPRD Sumut Minta USU Perketat Penjagaan Cegah Pesta Ganja di Kampus Terulang

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 11:35 WIB
Kampus USU
Gedung Rektorat USU (Foto: dok. USU)
Medan -

BNN Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggerebek pesta ganja di kampus FIB USU. Pimpinan DPRD Sumut meminta penjagaan USU diperketat agar peristiwa serupa tak terulang.

"Ini menjadi catatan penting bagi kita semua bahwa peredaran narkoba juga sudah masuk ke dalam kampus. Untuk itu ke depan, penjagaan kampus dari peredaran narkoba ini harus diperketat," kata Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution, Selasa (12/10/2021).

Harun meminta pimpinan perguruan tinggi di Sumut menjaga lingkungan kampus masing-masing. Dia mengatakan penjagaan yang ketat diperlukan untuk mencegah kampus disalahgunakan sebagai tempat peredaran ataupun penggunaan narkoba.

"Jika diperlukan, setiap universitas membuat tim tersendiri untuk mengawal persoalan ini. Kita tidak ingin peristiwa serupa terjadi kembali di kampus, yang merupakan institusi pendidikan," tuturnya.

Politikus Gerindra ini meminta Pemprov Sumut membantu BNN dalam pencegahan penyebaran narkoba di dalam kampus. Dia mengusulkan agar anggaran BNN Sumut ditambah.

"Pemprov juga harus ambil andil dalam upaya pencegahan peredaran narkoba, apalagi saat ini kita (Sumut) masuk kategori wilayah tertinggi peredaran narkoba di Indonesia," jelas Harun.

"Anggaran biaya BNN juga sebaiknya ditambah. Ini untuk mendorong kinerja BNN dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Sumatera Utara," tambahnya.

Sebelumnya, BNN melakukan penggerebekan di kampus FIB USU, Sabtu (9/10/2021) malam. Ada 31 orang yang dinyatakan positif narkoba dari hasil tes urine.

"Jadi saat razia, kami menemukan 47 orang di TKP, kami tes urine, 31 positif menggunakan ganja. Sedangkan yang 16 negatif tidak kami bawa ke kantor," ucap Kepala BNNP Sumut, Brigjen Toga Panjaitan, Senin (11/10).

Toga menyebut, dari 31 orang positif itu, 14 di antaranya merupakan mahasiswa USU. Ada barang bukti berupa 118 paket ganja kecil serta paket besar dengan total berat barang bukti 508,6 gram ganja.

BNN menyebut 265 gram ganja yang diamankan merupakan milik salah satu orang yang turut ditangkap di lokasi, JHS. Sementara barang bukti lainnya belum diketahui milik siapa.

"Di mana kami interogasi sebanyak 265 gram adalah milik salah satu tersangka yang diamankan dengan inisial JHS. Beliau ini alumni dari FIB USU," sebut Toga.

Toga mengatakan JHS diduga mendapat barang haram itu dari wanita berinisial D. Petugas kemudian menangkap D dan seorang lainnya, FAY.

Toga mengatakan JHS, D, dan FAY diduga merupakan pengedar. Mereka kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

"Yang tiga pengedar sama perantara. Sedangkan pemilik atau pengirim barang sedang kita lakukan lidik lagi. Informasinya dari daerah Aceh. Mereka masuk jaringan," ucap Toga.

(haf/haf)