Round-Up

Ada Bebek Hingga Celeng di Pusaran Konflik Internal Partai Banteng

Tim detikcom - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 22:10 WIB
PDIP akan menggelar Rakornas untuk menyambut HUT ke-46 pada Kamis (10/1/2019) mendatang. Ratusan bendera PDIP merahkan jalanan Jakarta.
Foto: Lambang PDIP (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kondisi internal PDI Perjuangan (PDIP) bergolak imbas dukungan pencapresan Ganjar Pranowo untuk Pemilu 2024 terus menggema. Suasana internal PDIP semakin bergejolak usai muncul celeng dan bebek.

Kemunculan celeng dan bebek di partai berlambang banteng moncong putih itu berawal dari deklarasi dukungan Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Purworejo Albertus Sumbogo dan beberapa pengurus. Sumbogo dkk mendeklarasikan dukungannya untuk Ganjar maju di Pilpres 2024.

Deklarasi Sumbogo dkk ini mendapat respons 'keras' dari Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto. Bambang menegaskan bahwa PDIP adalah barisan yang bergerak sesuai perintah.

"PDIP itu adalah barisan yang mendapat perintah. Jadi siapa pun yang merasa jadi barisan PDIP, harus berada di barisan, barisan yang diperintah," kata Bambang saat dijumpai di Sukoharjo, Sabtu (9/10/2021).

PDIP memang belum menginstruksikan apa-apa ke kadernya perihal capres atau cawapres 2024. Karena itu, Bambang menyebut pengurus yang berbicara sebelum diperintah telah keluar dari barisan.

"Kalau ada pengurus yang bicara di luar perintah partai artinya apa? Keluar dari barisan. Kalau keluar dari barisan ya siap untuk tidak di barisan, ya dikeluarkan oleh komandannya. Di militer juga gitu, keluar dari barisan ya out," tegasnya.

Ada Celeng di Partai Banteng

Dari mulut Bambang Wuryanto diketahui ada celeng di tubuh partai banteng. Celeng, menurut Bambang Wuryanto, adalah peribahasa untuk kader PDIP yang berada di luar barisan.

"Adagium di PDIP itu yang di luar barisan bukan banteng, itu namanya celeng. Jadi apa pun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng," tegasnya.

Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto memberikan keterangan usai melakukan rapat pengarahan tertutup oleh Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri di DPP PDIP Diponegoro, Jakarta, Kamis (17/9/2015). Agung Pambudhy/Detikcom.Bambang Wuryanto (Agung Pambudhy/detikcom)

Bambang pun seolah 'masa bodoh' jika adagium celeng dianggap keras. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDIP itu menegaskan bahwa kewenangan perihal capres dan cawapres berada di tangan Ketua Umum.

"'Keras sekali kau Pacul', ya memang begini. Itu untuk menunjukkan garis yang benar. Di Kongres V itu jelas capres-cawapres di tangan ketua umum," ucapnya.

Baca soal bebek di halaman berikutnya.



Simak Video "PDIP Kebumen Jelaskan Soal Dukung Puan Jadi Capres"
[Gambas:Video 20detik]