Pemerintah Diminta Bangun Pabrik Pupuk di Setiap Sentra Produksi

Eqqi Syahputra - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 18:40 WIB
Daniel Johan PKB
Foto: MPR
Jakarta -

Kelangkaan stok pupuk subsidi jelang masa tanam selama musim hujan akhir tahun membuat para petani di sejumlah daerah kewalahan. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Daniel Johan, mengatakan selain memikirkan alternatif subsidi dengan membangun pabrik pupuk mandiri di sentra-sentra produksi tiap provinsi, pemerintah juga harus memastikan pupuk tersedia tepat waktu.

Ia menambahkan anggaran pupuk subsidi sebesar Rp 33 triliun per tahun bisa dialokasikan dengan dibangunnya pabrik pupuk mandiri di tiap-tiap basis produksi pertanian.

"Kelangkaan pupuk membuat petani kesulitan dalam bercocok tanam. Perlu mulai dikembangkannya pembangunan pabrik pupuk mandiri yang utuh dengan pengolahan sampah di tiap Provinsi. Berapa banyak pabrik pupuk yang bisa dibangun dengan 33 triliun per tahun itu agar ke depannya tidak perlu memberatkan APBN lagi," ujar Daniel dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

"Bila semua provinsi dapat dibangun pabrik pupuk mandiri, namun harus dipikirkan transisinya, serta memperkuat sistem kelembagaan manajemen dan melibatkan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) maupun BUMD Kabupaten dan Provinsi. Selain itu, penting adanya avalis manajemen agar pabrik dapat dikelola secara profesional," imbuhnya.

Legislator dari Dapil Kalimantan Barat I ini mengatakan anggaran Rp 33 T per tahun untuk pupuk subsidi hanya bisa mencukupi 1/3 dari kebutuhan petani yang masuk Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK). Menurutnya, alokasi yang ada masih jauh dari kebutuhan petani kecil.

"Terlepas dari berbagai masalah yang ada, kelangkaan pupuk juga karena memang kurangnya kuota pupuk subsidi sehingga harus ada upaya tambahan untuk memaksimalkan hasil tani," tutur Daniel.

Lebih lanjut ia menuturkan penggunaan pupuk organik dan pembangunan pabrik pupuk mandiri dinilai bisa menjadi solusi kelangkaan pupuk. Pabrik pupuk mandiri juga dinilai dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, karena bisa menggerakkan ekonomi di daerah, khususnya di wilayah-wilayah pertanian.

"Dan pabrik pupuk mandiri harus menjadi bagian yang utuh dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah," pungkas Daniel.

(ncm/ega)