AM Fatwa 'Tiarap', Bantah Usulkan Caretaker Pengganti SB
Minggu, 16 Apr 2006 16:43 WIB
Jakarta - Forum Rakernas DPP PAN yang diperkirakan panas akhirnya berubah antiklimaks. Salah satu pengusul agar Soetrisno Bachir (SB) dinonaktifkan dari kursi Ketua Umum DPP PAN, yakni AM Fatwa, memilih 'tiarap'. Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN ini tidak tampak kritis dibandingkan menjelang rakernas PAN dimulai. Perubahan ini diduga karena sikap Ketua MPP Amien Rais tetap mendukung SB dan menolak usulan Fatwa agar SB dinonaktifkan. Selain itu, banyak pimpinan DPW PAN berhasil dilobi oleh SB sehingga isu soal keterkaitan SB dalam kasus perceraian Gustiranda dan Nia Paramitha seperti yang banyak diberitakan media infotaiment tidak berkembang di forum rakernas. Sebelum rakernas dimulai, AM Fatwa mengusulkan MPP PAN untuk menonaktifkan SB. Usulan ini, menurut Fatwa semata-mata agar SB berkonsentrasi terhadap masalah yang dihadapi. Kemudian berkembang informasi AM Fatwa mengusulkan tiga nama untuk menjadi caretaker pengganti SB. Mereka adalah Patrialis Akbar, Farhan Hamid dan Diidk J Rachbini. Serunya, kemunculan tiga nama ini dikabarkan sudah diputuskan dalam rapat MPP PAN pada Senin ( 10/4/2006).Terhadap isu yang berkembang ini, AM Fatwa tegas-tegas menyangkal dirinya yang menyebarkan notulen dari rapat MPP PAN ini. "Saya juga tidak tahu kenapa nama itu beredar. Padahal saya tidak menyebutkan namanya," kata Fatwa saat ditemui wartawan di arena Kongres PAN, Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Minggu (16/4/2006).Fatwa membenarkan bahwa dirinya mengusulkan agar SB nonaktif, tetapi tidak sampai menyebut nama untuk menjadi carateker pengganti SB. Usulan itu, sebagai bentuk ketidaksetujuan Fatwa terhadap kebijakan SB yang dinilai banyak mengajak artis pada waktu yang tidak tepat."Saya bukannya tidak setuju kita menampilkan artis, karena belum ada waktunya. Mereka adalah orang-orang profesional yang biasa di gaji, tetapi bukan orang-orang yang bersama-sama dalam membangun partai," katanya. Akibat banyaknya atis yang ikut di partai ini, lanjut Fatwa, banyak isu yang beredar dan menjatuhkan partai dan martabat PAN. "Karena ini sudah terjadi, maka saya meminta SB untuk menuntut Gustiranda, karena sudah menyangkut harkat dan martabat partai," tandas Fatwa.
(jon/)










































