Belanda Akan Naikkan Biaya Kuliah Mahasiswa Molor
Minggu, 16 Apr 2006 14:37 WIB
Den Haag - Studi di Belanda diharuskan selesai tepat waktu. Jika molor, maka biaya kuliah mahasiswa bersangkutan akan dinaikkan hingga Rp 165 juta per tahun.Demikian rencana usulan untuk sistem pendidikan baru di Belanda (De Volkskrant, 15/4/2006). Sistem ini diharapkan mulai diberlakukan pada 2.010. Rencana tersebut mendapat tentangan keras dari serikat mahasiswa, karena dinilai akan menggiring mereka untuk melulu menyelesaikan studi dan menghambat kesempatan untuk mengembangkan diri dengan berorganisasi dan kegiatan lainnya. Jika peraturan itu diterapkan, mahasiswa diserukan untuk pindah ke Jerman dan Belgia.Dalam usulan yang dinilai konstroversial tersebut mahasiswa (strata satu) akan dijatah termin hak belajar sesuai bidang pilihan masing-masing ditambah dua tahun toleransi molor. Jika mereka selesai dalam masa itu, maka biaya kuliahnya sesuai ketetapan UU yang berlaku sekarang yakni: β¬ 1.496,00 (untuk penduduk Belanda dan Uni Eropa/UE). Untuk non-UE biaya kuliahnya variatif mulai dari β¬ 3.500,00 hingga β¬ 10.500,00 per tahun, tergantung bidang studi.Namun jika molor, maka biaya kuliah itu akan dinaikkan -besarnya berbeda per universitas- hingga 1.000 persen. Technische Universiteit Eindhoven/TUE (Universitas Teknik Eindhoven) misalnya akan menaikkan biaya kuliah terhadap mahasiswa yang molor itu menjadi β¬ 8.150,00. Universitas Amsterdam mematok rentang kenaikan β¬ 9.000,00 - β¬ 15.000,00. Belum jelas berapa penalti untuk mahasiswa non-UE yang molor.Jurubicara TUE seperti dikutip De Volkskrant mengungkapkan bahwa dengan tempo studi seperti sekarang, jumlah mahasiswa di Belanda yang molor itu lebih dari separuhnya. Ia mengatakan, dengan dikenai biaya yang sangat mahal diharapkan mahasiswa akan terpacu untuk cepat menyelesaikan studinya.Rencana ini mendapat resistensi kuat dari Landelijke Studentenvakbond/LSVb (Serikat Mahasiswa Nasional). LSVb melalui ketuanya menyerukan agar mahasiswa ramai-ramai meninggalkan Belanda, jika peraturan itu diberlakukan. "Jika peraturan ini diberlakukan, saya serukan agar mahasiswa cabut (dari Belanda) dan pindah studi ke Jerman atau Belgia," kata ketua LSVb Jonathan Mijs.Mijs menilai peraturan itu akan membuat mahasiswa sama sekali tidak bisa apa-apa, kecuali hanya melulu belajar. Menurutnya pula, biaya yang dipatok untuk penalti mahasiswa molor itu juga kelewatan. Ia memperkirakan biaya yang wajar sekitar β¬ 5.000,00.
(es/)











































