PDIP Pertanyakan Maksud 'Matahari Kembar': Jangan Dipolitisasi

Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 10 Okt 2021 08:15 WIB
Junimart Girsang
Junimart Girsang (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PAN, Guspardi Gaus, mengungkap alasan pemerintah mengusulkan pemilu digelar 15 Mei 2024 karena khawatir adanya gejolak politik hingga adanya 'matahari kembar'. PDI Perjuangan pertanyakan maksud 'matahari kembar'.

"Matahari kembar bagaimana maksudnya?" ujar Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang kepada wartawan, Sabtu (9/10/2021).

Junimart mengatakan penentuan permasalahan waktu pelaksanaan sebenarnya tidak rumit. Sebab, berdasarkan UU Pemilu, KPU-lah yang diberi wewenang untuk menentukan.

"Sesungguhnya simpel saja. Sesuai UU Pemilu pada pasal 347 ayat 2 penentuan dan penetapan tanggal, bulan Pemilu menjadi otoritas KPU yang diterbitkan melalui PKPU," ujar Junimart.

Menurutnya, kegaduhan justru akan timbul bila Pemilu tidak dijalankan sesuai UU. Dia juga meminta agar masalah penentuan pelaksanaan tidak dipolitisasi.

"Tidak ada kegaduhan, justru kegaduhan bisa lahir ketika kita menabrak UU. UU jangan dipolitisir. Haram hukumnya," tuturnya.

Junimart mengatakan pihaknya taat pada aturan yang berlaku. Dia juga menilai seluruh pihak wajib mengikuti opsi tanggal pelaksanaan pemilu sesuai usulan KPU.

"PDIP taat UU, kewenangan yang diberikan kepada KPU sebagai penyelenggara harus kita hormati. 21 Februari 2024 untuk Pileg Pilpres yang diajukan oleh KPU dalam rapat kerja di Komisi II wajib kita ikuti karena KPU juga sudah mensimulasikan pra tahapan, tahapan hingga pemilu," ujar Junimart.

"Pemilu dan pilkada sesuai UU adalah otoritas KPU, mereka adalah badan yang bertanggung jawab menyelenggarakan pesta demokrasi ini. KPU tidak boleh berpolitik!" sambungnya.

Simak Video: Anggota DPR F-PAN Setuju Pemilu Digelar Mei 2024

[Gambas:Video 20detik]