Round-up

Penantian Jemaah RI Umroh Lagi Segera Terealisasi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 10 Okt 2021 05:38 WIB
A Saudi police woman, left, who is recently deployed to the service, at top left, stands alert in front of the Al-Safa mountain, as pilgrims pray at the Grand Mosque, at the Grand Mosque, a day before the annual hajj pilgrimage, Saturday, July 17, 2021. The pilgrimage to Mecca required once in a lifetime of every Muslim who can afford it and is physically able to make it, used to draw more than 2 million people. But for a second straight year it has been curtailed due to the coronavirus with only vaccinated people in Saudi Arabia able to participate. (AP Photo/Amr Nabil)
Ilustrasi (Foto: AP/Amr Nabil)
Jakarta -

Penantian jemaah Indonesia untuk melaksanakan umroh akan segera terealisasi. Pasalnya pihak Kerajaan Arab Saudi telah memberikan lampu hijau.

Informasi ini disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang menyebut Kerajaan Arab Saudi telah memberi lampu hijau untuk jemaah umroh asal Indonesia. Jemaah asal RI segera bisa melaksanakan umroh lagi.

Hal tersebut disampaikan lewat press briefing Menlu RI Retno Marsudi yang diunggah di situs Kemlu, Sabtu (9/10/2021). Retno mengatakan pihaknya telah menerima nota diplomatik dari Kedubes Arab Saudi di Jakarta soal pembukaan pelaksanaan umroh bagi jemaah asal RI di tengah pandemi Corona.

Komite khusus di Kerajaan Arab Saudi juga disebut tengah bekerja melakukan persiapan. Hal ini untuk meminimalkan hambatan yang mungkin terjadi.

"Kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umroh bagi jemaah umroh Indonesia. Komite khusus di Kerajaan Saudi Arabia sedang bekerja saat ini guna meminimalkan segala hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya jemaah umroh Indonesia untuk melakukan ibadah umroh," ucap Retno.

Dia mengatakan nota diplomatik itu berisi pihak Saudi dan RI terus berupaya membahas teknis masuknya jemaah umroh dari RI. Ada pertimbangan masa karantina selama lima hari bagi jemaah umroh.

"Kedua pihak dalam tahap akhir pembahasan mengenai pertukaran link teknis dengan Indonesia yang menjelaskan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin dan akan memfasilitasi proses masuknya jemaah," ucapnya.

"Nota diplomatik juga menyebutkan mempertimbangkan untuk menetapkan masa periode karantina selama lima hari bagi para jemaah umroh yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan," sambung Retno.

Kemlu, katanya, terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan pihak terkait di Saudi agar jemaah asal RI segera bisa umroh. Dia mengatakan koordinasi itu dilakukan langsung oleh dirinya.

Tonton juga Video: Arab Saudi Larang 20 Negara Masuk Wilayahnya, Termasuk Indonesia

[Gambas:Video 20detik]