Sengketa Lahan di Mampang Versi Hasan Basri
Sabtu, 15 Apr 2006 17:30 WIB
Jakarta - Hasan Basri adalah 'panglima perang' kelompok Ambon di kawasan Mampang Prapatan. Dia salah satu orang Ambon yang diciduk aparat Polres Jaksel dalam tawuran antara pihaknya dengan massa Forkabi, Sabtu (15/4/2006).Di Polres Jaksel, Jalan Wijaya III, Hasan Basri mengisahkan ikhwal perseteruannya dengan Forkabi hari ini. Ceritanya, di kawasan Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, ada sebidang tanah yang cukup luas, yang oleh polisi disebut milik Pertamina.Nah, untuk menjaga lahan itu, pemilik lahan "mengontrak" Forkabi. Tapi rupanya ada otoritas lain yang memerintahkan kelompok Ambon pimpinan Hasan Basri untuk menjaga.Keduanya diberi kekuasaan menjaga lahan itu tanpa batas-batas yang jelas. Konflik pun tak terhindarkan. Akhirnya, agar batas-batas kekuasaan jelas, kedua kelompok ini mengatur kesepakatan. Bagian Hasan dkk di situ, bagian Forkabi di sana.Hasan menuturkan, mereka juga sepakat untuk membolehkan Forkabi mematok lahan kekuasaanya. Tapi syaratnya, Forkabi harus memberi kelompok Hasan Rp 100 juta dan sebuah mobil Kijang. Sebanyak Rp 20 hingga 25 juta harusnya diberikan hari ini.Tapi uang itu tidak diberikan. Padahal massa Forkabi melakukan pematokan hari ini. Hasan lalu menanyakan hal itu pada massa Forkabi. "Kok dipatok?" Tapi pertanyaan Hasan yang markasnya tak jauh dari lahan kosong yang disengketakan justru dijawab dengan lemparan batu. Hal ini memicu kemarahan Hasan dkk. Akhirnya bentrokan pun tak terhindarkan.SanderaDiperoleh informasi juga, sebelum terjadi bentrokan, Forkabi menuduh 2 rekannya disandera kelompok Ambon. Forkabi lalu melaporkan hal ini kepada polisi.Polisi pun menggelar sweeping dari rumah ke rumah mencari 2 orang itu. Tapi 2 orang itu tidak ditemukan. Tak lama kemudian kedua orang itu berhasil ditemukan di tempat sampah dalam keadaan kritis."Apakah benar itu disandera, kita terus mengusutnya," kata Kasatreskrim Polres Jaksel Kompol Suyudi Aryo Setyo.Sedangkan Hasan Basri menyangkal pihaknya melakukan penyanderaan. "Kami tidak menyandera. Kalau ada sandera, pasti sudah kita matiin," sesumbarnya.Versi dari Forkabi hingga kini belum didapat. Saat ini pengacara Forkabi tengah berada di dalam kantor polisi mendampingi para kliennya.
(nrl/)











































