19% Jalan di Indonesia Rusak
Sabtu, 15 Apr 2006 12:52 WIB
Jakarta - Sekitar 19 persen atau 4.560 km dari 24.000 km jalan di Indonesia mengalami kerusakan berat dan ringan. Pemerintah menargetkan perbaikan dalam waktu tiga tahun hingga 2009. Jika dana tidak cukup, akan digunakan skala prioritas untuk ruas jalan tertentu.Hal ini diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto usai diskusi di Plaza Semanggi, Jakarta, Sabtu (15/4/2006). Menurut Djoko, pihaknya akan meminta Anggaran Biaya Tambahan (ABT) dalam APBN-P 2006."Kalau tidak bisa dapat dana, pemerintah akan membuat skala prioritas, jalan mana yang akan diperbaiki lebih dulu," ujar Djoko. Djoko mengatakan dibutuhkan dana sekitar Rp 29-Rp 30 triliun untuk memperbaiki seluruh jalan yang rusak di Indonesia. Dana itu hanya untuk jalan trans saja, dan tidak termasuk jalan nasional lain. Untuk tahun 2006, pemerintah membutuhkan Rp 2,9 triliun untuk perbaikan jalan trans.Menurut Djoko, perbaikan akan diprioritaskan pada jalan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Jalan-jalan ini biasanya kelebihan beban, sedangkan pelarangan lewat bagi kendaraan yang kelebihan beban akan menghambat kegiatan perekonomian."Rata-rata beban jalan menampung 8-10 ton, namun kendaraan yang lewat beratnya 20-25 ton," imbuhnya.Salah satu solusinya, menurut Djoko, adalah menambah roda pada kendaraan yang lewat untuk mengurangi takanan pada jalan. Djoko setuju penyataan Dirjen Pehubungan Darat untuk memberikan reward kepada perusahaan yang menambah roda pada kendaraannya.
(fay/)











































