Satgas Masih Temui Warga di Area PON Papua Pakai Masker di Dagu

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 17:33 WIB
Penonton yang hadir pembukaan PON XX Papua 2021 di Stadion Lukas Enembe (YouTube Sekretariat Presiden)
Foto: Penonton yang hadir pembukaan PON XX Papua 2021 di Stadion Lukas Enembe (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Kasatgas Prokes PON XX Papua yang juga Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi bercerita ketika tim Satgas COVID-19 dan relawan tiba di Papua, banyak ditemui warga yang tidak benar dalam mengenakan masker. Hal ini ia temui di jalan-jalan hingga tempat-tempat keramaian.

"Artinya mereka pakai di dagu, atau ada yang dikantongin, kemudian ada juga yang tidak pakai masker. Atau orang tuanya pakai masker, anaknya yang dibonceng tidak pakai masker. Nah ini yang kita berupaya bagaimana caranya aktif memberikan masker tapi juga sekaligus untuk melakukan perubahan perilaku," kata Prasinta dalam Talkshow yang disiarkan live di YouTube BNPB, Jumat (8/10/2021).

Adapun perilaku yang ingin diubah Satgas dan relawan adalah mengajak masyarakat di Papua untuk membiasakan perilaku yang baru. Ia pun berharap pemakaian masker tidak berhenti ketika penyelenggaraan PON XX Papua berakhir.

"Kita tidak berharap PON berakhir, nanti masker berakhir juga. Nah ini yang tidak kita harapkan," ujar Prasinta.

Prasinta juga menuturkan pihaknya terus aktif untuk membagikan masker kepada masyarakat lewat gerai masker hingga mobil masker. Ia pun berharap masyarakat dapat meningkatkan kedisiplinan dalam melaksanakan protokol kesehatan terutama di 3M.

Prasinta juga memberikan saran untuk berbagai pihak yang ingin menyelenggarakan event besar untuk berkaca dari penyelenggaraan Olimpiade Tokyo kemarin. Dalam perhelatan olahraga dunia 4 tahunan itu, pihak pelaksana menerapkan sistem bubble. Sistem ini juga yang diterapkan oleh pelaksana dalam penyelenggaraan PON XX Papua.

Sistem ini adalah rencana aktivitas yang membuat peserta yaitu atlet, panitia, tim official untuk tidak beraktivitas di luar rencana aktivitasnya. Sistem bubble juga memastikan setiap peserta tidak melakukan kontak langsung dengan orang di luar bubble.

"Bila ditemukan pelanggaran, ini akan diberikan sanksi oleh panitia. Serta, semua memastikan perjalanan transportasi yang telah disiapkan oleh panitia. Saya kira kalau ini kita terapkan dengan disiplin, insyaAllah berjalan dengan lancar," tutur Prasinta.

PON XX Papua juga menerapkan sistem zonasi dalam pembagian venue yang dibagi menjadi zona 1 yaitu area pertandingan, zona 2 area tribun atau tempat menonton yang disesuaikan dengan kapasitas, dan zona 3 yaitu di luar stadion.

(ncm/ega)