Polda Sulsel Ungkap Syarat Kasus '3 Anak Saya Diperkosa' Bisa Dibuka Lagi

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 16:31 WIB
Mapolda Sulsel (Hermawan/detikcom).
Mapolda Sulsel (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap syarat agar kasus dugaan pemerkosaan ayah kandung kepada 3 anaknya di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) bisa dibuka lagi. Harus ada bukti baru untuk kembali melanjutkan kasus itu.

"Kasus itu dihentikan di SP3 (surat perintah penghentian penyidikan) dalam rangka penyelidikan belum ke tahap penyidikan. Tidak cukup bukti untuk dinaikkan statusnya," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (8/12021).

Zulpan menegaskan harus ada bukti baru yang diajukan korban atau keluarga korban untuk melanjutkan kasus itu.

"Bisa dibuka sepanjang ada bukti baru yang dimiliki korban atau keluarga korban, mungkin bisa," tegasnya.

Menurutnya, kasus ini adalah dugaan pencabulan. Salah satu bukti utama yang harus didapatkan adalah hasil visum. Pada kasus ini, hasil pemeriksaan di rumah sakit tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pencabulan.

"Sudah dilakukan visum dua kali. Pertama di Puskesmas Malili. Ibu korban tidak puas hasilnya, lalu dilakukan visum kedua di RS Bhayangkara. Hasilnya tidak ada kerusakan pada kemaluan ketiga anaknya," terang dia.

Karena itu, karena kasus ini merupakan delik aduan, pelapor diminta menunjukkan bukti baru agar kasus ini bisa dibuka kembali.

Sebelumnya diberitakan, LBH Makassar selaku penasihat hukum korban menyebut justru polisi harus membuka kembali penyelidikan untuk menemukan bukti baru.

"Kami juga terbatas sebagai tim penasihat hukum. Kami nggak bisa misalnya memanggil orang to. Memeriksa, mengambil keterangan, kan nggak bisa," kata Ketua Divisi Perempuan Anak dan Disabilitas LBH Makassar, Resky Pratiwi, kepada detikcom, Jumat (8/10).

Sebaliknya, kata Resky, penyidik memiliki kewenangan penuh dalam penyelidikan untuk bisa melanjutkan kasus 'tiga anak saya diperkosa' ini ke tahap penyidikan. Namun penyidik dinilai justru terlalu prematur menghentikan penyelidikan.

"Jadi buka dulu kasusnya, kemudian lengkapi bukti-bukti. Baru bisa dikatakan bukti baru ketika penyelidikannya dibuka kembali dan dilakukan proses pengumpulan alat bukti," tutur Resky.

Yang bisa dilakukan LBH Makassar selaku tim penasihat hukum korban, sebut Resky, adalah memberi dukungan kepada penyidik.

"Tim kuasa hukum ini kan bisa memberikan, bisa bekerja sama dengan penyidik untuk melengkapi alat buktinya. Jadi kita bisa berdiskusi, mengajukan bukti, atau petunjuk yang mendukung," kata Resky.

Simak video 'Polri Persilakan Keluarga Korban Kasus '3 Anak Saya Diperkosa' Bantu Cari Bukti':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)