Komcad Program Bimsalabim? Kemhan Jelaskan Runutannya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 16:11 WIB
Upacara penetapan pasukan Komcad (Dok. Tim Dokumentasi Menhan Prabowo Subianto).
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo dalam upacara penetapan pasukan Komcad. (Tim Dokumentasi Prabowo)
Jakarta -

Komponen Cadangan (Komcad) RI jadi perbincangan hangat masyarakat setelah ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam upacara di Batujajar, Jawa Barat, kemarin. Beragam pertanyaan muncul terkait Komcad.

Dari sekian banyak pertanyaan soal Komcad, ada yang bertanya mengapa Komcad terkesan tiba-tiba. Komcad dianggap bak program simsalabim seperti jargon para pesulap.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) pun menjawab pertanyaan Komcad kok terkesan tiba-tiba dalam situs mereka di menu FAQ atau pertanyaan umum seperti dilihat pada Jumat (8/10/2021). Kemhan menegaskan Komcad sudah direncanakan dengan matang.

"Tidak. Perencanaan Komcad sudah diamanatkan oleh UU NO. 23 Tahun 2019, Jadi sudah melalui proses perencanaan yang sangat panjang, melalui proses debat ilmiah dan legislasi yang sangat panjang sehingga UU ini disepakati, pun demikian dengan Peraturan Pemerintah No 3 Tahun 2021, juga dipersiapkan dengan sangat matang melibatkan banyak pihak," ujar Kemhan.

Kemhan menegaskan Komcad bukan program simsalabim. Komcad, ditegaskan Kemhan, dilaksanakan berdasarkan amanat undang-undang terkait doktrin pertahanan rakyat semesta.

"Jadi, Komcad bukan program bimsalabim. Komcad adalah amanat UU, serta amanat pendiri bangsa kita terkait dengan doktrin pertahanan rakyat semesta," ujar Kemhan.

Jokowi Tetapkan Komcad

Presiden Joko Widodo resmi menetapkan Komponen Cadangan Tahun 2021. Jokowi meminta Komponen Cadangan (Komcad) tidak digunakan untuk kepentingan lain, kecuali berkaitan dengan pertahanan negara.

"Kedaulatan negara keutuhan wilayah NKRI, keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia, adalah segala-galanya. TNI sebagai komponen utama selalu siaga, tetapi perlu didukung oleh Komponen Cadangan dan komponen pendukung. Itulah sistem pertahanan kita yang bersifat semesta, sistem pertahanan keamanan rakyat semesta, yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara dan usaha pertahanan negara. Dia juga mengapresiasi seluruh anggota Komponen Cadangan yang hari ini ditetapkan karena secara sukarela mendaftar sebagai Komponen Cadangan.

Jokowi juga mengatakan masa aktif Komponen Cadangan itu tidak setiap hari dan setiap saat. Jokowi menyebut setelah penetapan hari ini, anggota Komponen Cadangan kembali ke profesi masing-masing.

(gbr/fjp)