Banjir Rob Terjang Medan Belawan, Warga Diminta Waspada

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 16:10 WIB
Ilustrasi Jalan tertutup akibat banjir, pengalihan arus akibat banjir, awas banjir
Ilustrasi Banjir (Andhika/detikcom)
Medan -

Banjir rob terjang sejumlah wilayah di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumut. Warga pun diminta waspada dengan aktivitas pasang surut air laut tersebut.

Camat Medan Belawan, Subhan, membenarkan terjadinya banjir Rob tersebut. Dia menyebut banjir itu mulai terjadi sejak 6 Oktober kemarin.

"Betul. Terjadi sejak dini hari tanggal 6 lalu," kata Subhan saat dimintai konfirmasi, Jumat (8/10/2021).

Subhan menyebutkan banjir Rob terjadi di seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Belawan. Dia pun telah mengeluarkan surat pemberitahuan tentang peringatan dini banjir Rob yang berlaku pada 6-11 Oktober 2021.

"Lokasi banjir Rob terjadi diseluruh kelurahan di Kecamatan Medan Belawan," sebut Subhan.

Sementara Sekretaris Camat Medan Belawan, Roby, mengaku pihaknya telah melaporkan peristiwa itu ke pimpinannya. Kata Roby, pihaknya pun telah menurunkan petugas P3SU (petugas penanganan prasarana dan sarana umum).

"Kita sudah laporkan. Kita juga, P3SU kita melihat mana (yang) tersumbat dengan sampah-sampah kita angkut semua. Supaya arus baliknya cepat," ucap Roby.

Roby pun mengaku sejauh ini dirinya belum menerima laporan adanya pengungsi akibat banjir tersebut.

"Belum ada laporan," sebut Roby.

Dilihat detikcom dalam Surat Pemberitahuan Nomor: 613/897 tentang peringatan dini banjir pesisir (Rob). Masyarakat pesisir pantai diimbau waspada adanya banjir pesisir akibat adanya aktivitas pasang air laut maksimum yang diprediksikan berpotensi terjadi pada 6-11 Oktober 2021 di wilayah Kecamatan Medan Belawan dan sekitarnya.

Hal ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas masyarakat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari banjir pesisir (Rob) serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," tulis isi surat tersebut.

(zap/zap)