Gas Berbahaya Ditemukan dalam Gorong-gorong Maut di Tangerang

ADVERTISEMENT

Gas Berbahaya Ditemukan dalam Gorong-gorong Maut di Tangerang

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 13:18 WIB
Tangerang -

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di gorong-gorong maut Cipondoh, Tangerang, Banten. Hasilnya, Tim Puslabfor menemukan adanya kandungan gas berbahaya di dalam gorong-gorong tersebut.

"Sementara hasil yang kami ditemukan adalah gas berbahaya. Membahayakan manusia yang bercampur dengan air," ujar Kelapa Sub Bidang (Kasubbid) Toksikologi Lingkungan (Toklin) Puslabfor Bareskrim Polri Kompol Faizal Rachmad kepada wartawan di lokasi, Jumat (8/10/2021).

Namun Faizal belum mengetahui secara pasti gas berbahaya jenis apa yang terkandung di dalam gorong-gorong itu. Pihaknya pun akan melakukan pemeriksaan lanjutan di Puslabfor Polri.

"Mengenai konsentrasi dan jenis gasnya belum tahu, nanti periksa lebih lanjut di Laboratorium Puslabfor di Subbid Tokling," kata Faizal.

Lebih lanjut Faizal mengatakan pihaknya turut mengambil sampel air di dalam gorong-gorong tersebut. Diketahui, Puslabfor Polri menggunakan drager, yakni alat untuk membantu mengambil sampel gas.

Proses evakuasi korban meninggal diduga keracunan di gorong-gorong Kota Tangerang.Proses evakuasi korban meninggal diduga keracunan di gorong-gorong Kota Tangerang. (Nahda Rizki Utami/detikcom)

"Alat drager untuk deteksi gas. Dan yang sudah kami ambil adalah sampel air dan sampel gas atau udaranya," ujarnya.

Pantauan detikcom di lokasi, tepatnya di Jl Boulevard Raya Taman Royal, Cipondoh, Tangerang, Jumat (8/10/2021), Tim Puslabfor tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Tampak empat orang dari Tim Puslabfor Polri menggunakan baju berwarna navy.

Mereka tampak membawa sejumlah alat di dalam koper untuk mengambil sampel dan olah TKP. Selanjutnya, terlihat sejumlah petugas proyek membuka tutup gorong-gorong tersebut.

Kemudian, Tim Puslabfor memasukkan alat drager ke dalam gorong-gorong lalu terdengar bunyi dari alat tersebut. Setelahnya, terlihat sebuah botol pun dimasukkan ke dalam untuk mengambil sampel air.

Sekitar pukul 12.15 WIB, gorong-gorong itu pun ditutup kembali. Terpantau di sekitar lokasi masih dipasangi garis polisi. Jl Boulevard Raya Taman Royal yang sebelumnya sempat ditutup karena kedatangan Puslabfor Polri kini sudah normal kembali.

Selengkapnya di halaman berikutnya



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT