Round-Up

5 Kejutan di Survei Pemilu: Yang Berjaya dan Merana

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 07:40 WIB
Jakarta -

Survei Pemilu 2024 dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Kejutan terjadi. Ada yang berjaya, ada pula yang merana.

Survei SMRC dilakukan pada 15-21 September 2021 dengan metode wawancara langsung atau tatap muka. Total responden sebanyak 1.220 orang yang dipilih secara acak dengan rate usia 17 tahun atau yang sudah menikah.

Margin of error rata-rata dari survei tersebut sebesar kurang-lebih 3,05% dengan tingkat kepercayaan sebesar 96%.

Berikut ini 5 kejutan di survei SMRC, yang berjaya dan merana:

1. PDIP Turun, Gerindra Out 3 Besar

Direktur SurveiSMRC, Deni Irvani, dalam siaran YouTube SMRC TV, Kamis (7/10/2021), menyebut Gerindra tidak masuk dalam 3 besar parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini.

Deni memaparkan kecenderungan elektabilitas PDIP dan Partai Gerindra setelah Pemilu 2019 dengan survei saat ini. PDIP memang masih menjadi partai nomor 1 di survei SMRC. Akan tetapi, PDIP mengalami penurunan elektabilitas ketimbang survei sebelumnya. Hal serupa dialami Gerindra.

"Kalau dilihat kecenderungannya setelah pemilu 2019, PDIP cenderung melemah, dari 25,9% pada Maret 2020 menjadi 22,1% pada September 2021. Demikian pula Gerindra, pada Maret 13,6% turun menjadi 9,9%," kata dia.

2. PKB Melejit

Elektabilitas PKB melonjak pesat di survei SMRC hingga menyalip Gerindra.

"Jika pemilu diadakan pada waktu survei PDIP mendapat dukungan paling besar 22,1%, disusul oleh Golkar 11,3% kemudian PKB 10%," kata Deni.

PKB juga berharap segera menyalip Golkar. Waketum PKB Jazilul Fawaid, dalam diskusi SMRC mengatakan hasil SMRC ini merupakan angin baik bagi partainya. PKB akan mempertahankan posisinya itu.

"Tentu informasi yang disampaikan SMRC ini membuat kami lebih bergairah untuk membuat rencana-rencana pemenangan. Mudah-mudahan nanti kalau dilakukan survei di tiga bulan ke depan, PKB sudah lebih baik posisinya," ujarnya.

Oposisi naik. Simak di halaman selanjutnya.