Ketua DPD Soroti Ibu-ibu di NTT Sujud di Depan Aparat buat Cari Keadilan

Eqqi Syahputra - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 22:27 WIB
Ibu-ibu Sujud di NTT
Foto: Istimewa
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti foto unjuk rasa viral warga di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasalnya, warga yang terdiri dari sejumlah wanita itu sampai harus bersujud dari kantor-kantor. Menurut La Nyalla, tidak seharusnya pencari keadilan dibiarkan bersujud dari kantor ke kantor.

"Terlepas dari kasus yang terjadi, pelaku unjuk rasa ini adalah ibu-ibu, para istri dan anggota keluarga yang suaminya ditahan. Mereka berhak mendapatkan penjelasan dan keterangan dari pihak terkait. Sehingga tidak perlu mereka memohon dan bersujud seperti itu," ujar La Nyalla, dalam keterangan tertulis, Kamis (7/10/2021).

Senator asal Jawa Timur itu menegaskan aspirasi yang disampaikan masyarakat seharusnya diserap, ditampung dan dicarikan solusi. Menurutnya, sebagai sesama manusia harus memiliki empati.

"Bagaimanapun aparatur pemerintahan, termasuk juga kepolisian dan anggota DPRD, harus lebih dekat dengan masyarakat. Harus mendengar keluhan mereka," ujar LaNyalla.

Lebih lanjut LaNyalla meminta agar peristiwa serupa tak boleh terulang lagi. Dalam kondisi dan situasi apapun, masyarakat sebagai pemilik suara harus diperlakukan dengan baik dalam mencari keadilan.

Sebagai informasi, aksi unjuk rasa pada 29 September 2021 lalu itu dilakukan para istri dan anggota keluarga 21 tersangka kasus Golo Mori, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo. Dalam kasus tersebut, para suami mereka sudah tiga bulan mendekam di penjara.

Melania Mamut, istri tersangka Hironimus Alis, menangis histeris dan bersujud saat berada di Kantor Kepolisian Resor (Polres) Mabar. Ia bersujud di kaki Wakapolres Kompol Eliana Papote, sembari memohon agar suaminya dibebaskan. Kompol Eliana yang tak kuasa menahan haru, memeluk Melania.

Selepas dari Kantor Polisi, mereka mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat (Mabar). Aksi ini berlanjut ke Kantor Bupati Manggarai Barat. Mereka menyampaikan tuntutan serupa. Sayangnya, saat di kantor itu, Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda tidak berada di tempat.

Terakhir, kumpulan ibu-ibu tersebut mendatangi Kantor DPRD Mabar. Di hadapan Ketua DPRD, Martinus Mitar dan Wakil II DPRD, Darius Angkur, Melania kembali bersujud. Sembari memohon agar membebaskan suami mereka.

Sebelumnya, aparat kepolisian menangkap 21 warga terkait sengketa tanah di Desa Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, dengan alasan untuk mencegah konflik lebih meluas. Kawasan Golo Mori adalah salah satu kawasan yang rencananya dikembangkan menjadi lokasi pembangunan besar-besaran untuk persiapan pertemuan KTT G-20 pada 2023 mendatang.

(ncm/ega)