Kemenpora Resmi Serahkan Arsip Asian Games 2018 ke ANRI

Eqqi Syahputra - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 22:17 WIB
Kemenpora
Foto: Dok. Kemenpora
Jakarta -

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) secara resmi menyerahkan Arsip Statis Asian Games 2018 atau Indonesian Asian Games Organizing Committee (INASGOC) kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) secara virtual.

Arsip Statis INASGOC ini diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Sulistiantoro Dewa Broto, kepada Kepala ANRI Imam Gunarto. Acara ini juga dirangkaikan dengan deklarasi Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) dan sosialisasi kegiatan penyusutan arsip inaktif.

Dalam sambutannya, Gatot Dewa Broto mengaku bersyukur arsip Asian Games 2018 telah diserahkan kepada ANRI meskipun event tersebut sudah berlangsung 2018 yang lalu dan sekarang sudah ada event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Menurutnya, arsip tersebut sangat penting sebagai aset bangsa dan memori kolektif untuk generasi bangsa.

"Jangan sampai anak cucu kita, mereka cuma menanyakan kepada orang tuanya konon katanya ada PON di Papua tapi gak ada arsipnya, konon katanya ada Asian Games tapi gak ada arsipnya. Satu tahap sudah diselamatkan," ujar Gatot dalam keterangan tertulis, Kamis (7/10/2021).

Terkait pembacaan komitmen Kemenpora terhadap arsip nasional, Sesmenpora menegaskan hal tersebut bukan hanya sekadar oral saja, namun juga sebagai komitmen agar mencanangkan gerakan arsip nasional.

"Apa yang baru saja kami bacakan, bukan semata-mata secara oral, secara fokal kami sampaikan. Tetapi kami memaknai dan kami berkomitmen agar mencanangkan gerakan nasional itu sebagai bentuk komitmen Kemenpora tentang pentingnya menjaga dan merawat arsip di lingkungan Kemenpora bahwasanya arsip itu adalah suatu aset, suatu memori kolektif bangsa," tambah Gatot.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Hukum Kemenpora, Sanusi, mengatakan penyerahan arsip dari Kemenpora kepada ANRI tersebut sebagai tindak lanjut dari amanah undang-undang nomor 43 Tahun 2009 tentang kearsipan. Dan juga Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan undang-undang nomor 43 Tahun 2009.

"Tentu penyerahan arsip statis hari ini perlu kami sampaikan, ini merupakan tonggak sejarah bagi Kementerian Pemuda dan Olahraga karena selama ini yang kami ketahui sejak berdirinya Kementerian Pemuda dan Olahraga baru kali ini Kementerian Pemuda dan Olahraga menyerahkan arsip statis," ungkap Sanusi.

Selain itu, menurutnya, adanya arsip tersebut berkat merupakan prestasi dan kerja dari para Arsiparis yang dikelola selama bertahun-tahun itu kemudian diserahkan ke arsip nasional sebagai satu tinta emas sejarah yang akan dibaca oleh generasi negara ini. Dan bahkan menjadi memori dunia karena kegiatannya kelas dunia.

"Ketika arsip-arsip yang levelnya di kebangsaan kita istilahkan dengan memori kolektif bangsa. Untuk beberapa arsip tertentu yang memiliki signifikansi internasional bisa diakui UNESCO sebagai memori of the world. Jadi nanti kita akan melakukan riset terhadap arsip ini untuk kita ajukan sebagai memori of the world," pungkas Sanusi.

(akn/ega)