Berkas Lengkap, Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan di Cipayung Segera Disidang

Faiz Iqbal Maulid - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 21:44 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK telah melengkapi berkas perkara tersangka Anja Runtuwene di kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur. Anja dkk akan ditahan di Gedung Merah Putih KPK.

"Hari ini (7/10/2021) dilaksanakan Tahap II (Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti) dari Tim Penyidik kepada Tim Jaksa untuk Tersangka AR dkk dan Tsk PT AP (sebagai Korporasi) dimana kelengkapan berkas perkaranya telah diperiksa oleh Tim Jaksa dan dinyatakan lengkap," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (7/10/2021).

Ali mengatakan penahanan akan diperpanjang oleh tim jaksa untuk 20 hari ke depan.

"Penahanan para Tersangka, masing-masing dilanjutkan oleh tim jaksa untuk 20 hari ke depan, terhitung sejak 7 Oktober 2021 s/d 26 Oktober 2021," ujar Ali.

Tim jaksa juga diberi waktu selama 14 hari kerja untuk secepatnya menyusun surat dakwaan agar segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

"Tim jaksa diberikan waktu selama 14 hari kerja untuk segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor," tambahnya.

"Persidangan diagendakan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat," imbuhnya.

Dalam kasus ini, KPK menahan para tersangka sebagai berikut:

1. AR di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih;
2. TA di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih;
3. RHI di Rutan KPK pada Kavling C1

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi yang menyeret Anja Runtuwene berawal dari kerja sama antara PD Pembangunan Sarana Jaya (PDPSJ) dengan perusahaan Anja, PT Adonara Propertindo. Anja aktif menawarkan tanah di Munjul.

"Pada Maret 2019, AR aktif menawarkan tanah Munjul kepada pihak PDPSJ terlebih dahulu. Selanjutnya ada pertemuan yang dilakukan dengan pihak Kongregasi Suster-Suster Carolus Borromeus di Yogyakarta, yang dalam pertemuan tersebut ada kesepakatan pembelian tanah oleh AR yang berlokasi di daerah Munjul," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

Pada 8 April 2019, disepakati dilakukannya penandatanganan pengikatan akta perjanjian jual beli di hadapan notaris yang berlangsung di kantor PDPSJ antara pihak Yoory Corneles dan Anja. Pembayaran dilakukan sebesar 50 persen atau sekitar Rp 108,9 miliar ke rekening bank milik tersangka.

"Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah YRC dilakukan pembayaran oleh PDPSJ kepada AR sekitar sejumlah Rp 43,5 miliar," ujar Lili.

Lihat juga video 'Eks Dirut Sarana Jaya Ditahan Terkait Korupsi Pengadaan Lahan di DKI':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)